NEWSTICKER
Masjid di London, Inggris yang menjadi lokasi penikaman dialami seorang muazin. Foto: AFP
Masjid di London, Inggris yang menjadi lokasi penikaman dialami seorang muazin. Foto: AFP

Sikap Berani Hadapi Penikaman di Masjid London, Tuai Pujian

Internasional inggris penikaman
Arpan Rahman • 21 Februari 2020 15:57
London: Jemaah di sebuah masjid di pusat kota London, Inggris dipuji karena keberanian mereka setelah serangan pisau horor selama salat.
 
Pria berusia 29 tahun ditangkap atas dugaan percobaan pembunuhan menyusul seorang pria berusia 70-an ditemukan dengan luka tusukan di masjid London Central, dekat Regent’s Park, Kamis.
 
Para saksi menggambarkan bagaimana jemaah itu duduk untuk berdoa ketika tersangka melancarkan ‘serangan ganas’ terhadap muazin -- yang sedang azan -- sekitar pukul 15:00 waktu setempat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Itu akan membahayakan jika bukan karena jamaah yang membantu menghentikan pria itu dan menangkapnya," kata Ayaz Ahmad, penasihat masjid.
 
Anggota jamaah meringkus penyerang sampai polisi dan layanan darurat tiba, kata Ahmad.
 
Korban, yang disebut oleh pengunjung masjid sebagai Raafat, dilarikan ke rumah sakit di mana kondisi lukanya dikatakan tidak mengancam jiwa.
 
"Reaksi semua orang terkejut dan ngeri, para lelaki itu berteriak," tambah penasihat masjid itu.
 
"Itu adalah serangan ganas. Kami hidup dalam masyarakat di mana kami mendengar banyak tentang kejahatan pisau dan apa yang Anda alami tetapi sebenarnya secara fisik berada dalam situasi di mana Anda menyaksikan sendiri percobaan pembunuhan terjadi sangat mengejutkan," timpalnya, disitat dari Evening Standard, Jumat 21 Februari 2020.
 
Saksi lain Abi Watik, 59 mengatakan, korban ditikam sekali di bahu kanan beberapa saat setelah salat dimulai. "Kami terkejut, kami tidak tahu apa yang terjadi, kami melihat pria di lantai dan darah di pundaknya serta sebilah pisau tergeletak di lantai," katanya.
 
Mustafa Field, direktur Faiths Forum for London, mengatakan kepada wartawan di luar masjid bahwa para jamaah mengatakan serangan itu meliputi "satu tusukan, satu serangan, di leher" korban.
 
"Kemudian anggota jamaah, beberapa dari mereka menghentikan salat mereka, dan campur tangan, menahan pelaku," katanya.
 
"Keamanan masjid memanggil polisi, dan polisi ada di sana dalam beberapa menit, dan dia ditahan dan dibawa pergi," tambahnya.
 
Seorang teman korban menggambarkannya sebagai seorang lelaki ‘tanpa pamrih’ yang terkenal di kalangan masyarakat.
 
"Hanya ada satu Rafaat di masjid, suaranya keluar dari menara itu lima kali sehari, ini terjadi tepat pada akhir karirnya sangat, sangat menyedihkan bagi seluruh komunitas Muslim,” ujar Waleed Mohammed.
 
Para jamaah terlihat memasuki masjid untuk berdoa ketika polisi dan penjaga keamanan masjid berdiri siaga. Membahas motif penyerang, Mohammed katakan: "Saya pikir orang-orang mengambil keuntungan dari sifat alami beberapa Muslim dan berupaya mendapatkan sedikit ketenaran."
 
"Kami berharap orang-orang dapat terus datang ke sini tanpa rasa takut, karena saya pikir itulah yang coba dilakukan oleh pembunuh ini, membuat ketakutan di hati setiap orang hari ini. Itu tidak akan menghentikan orang datang ke sini,” imbuhnya.
 
"Polisi perlu meningkatkan penjagaan mereka di London. Sudah saatnya kita merasa terlindungi sama seperti orang lain," sambungnya.
 
Seorang juru bicara Scotland Yard mengatakan tersangka telah ditahan di kantor polisi pusat London. "Insiden itu tidak diperlakukan sebagai terkait teror pada saat ini,” tuturnya.
 
Rekaman di media sosial menunjukkan seorang pria bertelanjang kaki dengan atasan berkerudung merah dan celana jins diringkus ke lantai oleh petugas polisi di dalam masjid, sementara yang lain, termasuk anak kecil, menonton.
 
Menanggapi serangan itu, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mencuit: "Saya sangat sedih mendengar serangan di Masjid Pusat London. Sangat mengerikan bahwa ini harus terjadi, terutama di tempat ibadah. Doa saya kepada korban dan semua yang terdampak."
 
Wali Kota London Sadiq Khan mengatakan polisi akan menyediakan tenaga tambahan, menulis di Twitter: "Saya sangat prihatin dengan insiden ini di Masjid Pusat London."
 
"Setiap warga London berhak merasa aman di tempat ibadah mereka dan saya ingin meyakinkan komunitas London bahwa tindakan kekerasan di kota kami tidak akan ditoleransi. Polisi Metro menyediakan sumber daya tambahan di daerah tersebut," pungkasnya.

 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif