Pelaku seorang pria Jerman berusia 72 tahun diketahui tengah dirawat di sebuah rumah sakit milik Universitas di Barat Daya Steglitz, Senin 26 Juli. Pada Selasa ia kembali ke rumah sakit dan menembaki dokter sebelum bunuh diri.
Seorang juru bicara polisi mengatakan pada AFP "Tidak ada indikasi ini adalah serangan teror," dikutip dari AFP, Rabu (27/7/2016).
Melalui twitter, kepolisian Berlin mengungkapkan sang dokter yang juga warga negara Jerman berusia 55 tahun meninggal karena luka-luka. Penembakan terjadi setelah empat serangan brutal di selatan negara itu.
Sebelumnya seorang pencari suaka dari Suriah meledakkan dirinya di luar festival musik di Ansbach, Minggu. Kejadian itu mengakibatkan 15 orang luka-luka.
Peristiwa itu terjadi enam hari setelah empat penumpang kereta api terluka akibat serangan kapak oleh seorang pencari suaka di Wuerzburg. ISIS mengklaim bertanggung jawab atas dua serangan itu.
Pada Jumat, sembilan orang tewas dalam penembakan di pusat perbelanjaan di Munich. Pelakunya seorang remaja keturunan Jerman-Iran dengan riwayat masalah psikologis tetapi tidak ada link ke jihadis.
Selanjutnya seorang pengungsi Suriah membunuh seorang wanita keturunan Polandia berusia 45 tahun dengan pisau kebab besar. Kejadian terjadi di sebuah snack bar di Barat Daya Kota Reutlingen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News