Petugas berjalan melewati Basilika Santo Markus di Venesia, 12 November 2019. (Foto: AFP/MARCO BERTORELLO)
Petugas berjalan melewati Basilika Santo Markus di Venesia, 12 November 2019. (Foto: AFP/MARCO BERTORELLO)

Venesia Dilanda Banjir Terbesar dalam 50 Tahun

Internasional perubahan iklim italia
Arpan Rahman • 13 November 2019 16:04
Venesia: Venesia dilanda banjir terbesar dalam 50 tahun terakhir, yang membuat banyak area di situs wisata ternama Italia tersebut tergenang air. Banjir disebabkan gelombang tinggi di wilayah pesisir Venesia yang tercatat mencapai 187 sentimeter pada Selasa 12 November.
 
Banyak area terbuka di Venesia tergenang banjir, sehingga tidak dapat dikunjungi turis. Pada 1966, ketinggian gelombang di pesisir Venesia hampir mencapai dua meter, tepatnya 194 cm.
 
Sebagian wisatawan terpaksa berjalan menyusuri rangkaian papan yang dipasang otoritas Venesia. Sementara sebagian lainnya memilih berjalan menembus banjir.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kafe, toko dan deretan tempat usaha lainnya di Venesia terendam banjir sehingga tidak beroperasi. Sejumlah sekolah juga ditutup untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan.
 
Ketinggian air di Lapangan Saint Mark mencapai lebih dari satu meter. Basilika Santo Markus juga terendam banjir, yang merupakan kali keenam dalam 1.200 tahun terakhir.
 
Wali Kota Luigi Brugnaro menilai perubahan iklim sebagai penyebab terjadinya banjir di Venesia. "Situasi saat ini dramatis. Kami telah meminta pemerintah untuk membantu kami. Biaya (penanggulangan banjir) akan relatif tinggi," katanya, dilansir dari Sky News, Rabu 13 November 2019.
 
"Ini adalah dampak dari perubahan iklim. Gelombang setinggi 187 cm akan membuat kerusakan parah," tukasnya.
 
Gelombang tinggi di pesisir Venesia biasa disebut warga lokal sebagai "acqua alta." Gelombang ini datang usai akses menuju pantai La Pelosa di Sardinia akan dibatasi hanya 1.500 orang per hari.
 
Tidak hanya itu, orang yang ingin datang ke pantai tersebut juga diwajibkan membayar uang masuk. Pemasukan dari uang masuk akan dipakai untuk biaya perawatan dan pengawasan pantai.
 
Siapapun yang melanggar aturan terbaru ini akan dikenai denda EUR500 atau setara Rp7,7 juta.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif