"Seiring dengan terus meningkatnya korban tewas dan besarnya skala kehancuran akibat gempa (di Nepal), Inggris berusaha melakukan semaksimal mungkin untuk membantu mereka yang terkena imbas tragedi ini," ujar Sekretaris DFID Justine Greening, Minggu (26/4/2015).
"Saya telah mengatifkan Fasilitas Respons Cepat (RRF). Ini artinya, kami dapat menyalurkan dana dengan cepat ke relawan di lapangan, sehingga mereka dapat menyediakan bantuan darurat termasuk air bersih, pengungsian, alat-alat rumah tangga dan selimut. Kami juga mengirim pakar kemanusiaan dari Inggris untuk membantu situasi di Nepal," sambung dia, seperti diwartakan The Guardian.
Menurut Greening, pihaknya di Kathmandu dan London terus membantu warga negara Inggris yang terkena imbas bencana di Nepal.
Dana bantuan Rp98 miliar ini disalurkan dalam dua bagian, yakni Rp58 miliar untuk RRF dan sisanya untuk Palang Merah Inggris. Selain Inggris, Australia dan Amerika Serikat juga telah mengumumkan rencana menyalurkan dana bantuan ke Nepal.
Jumlah korban tewas gempa bumi di hari ketiga pada Senin ini melonjak tajam melewati angka 3.000.
"Korban tewas mencapai 3.218 dan lebih dari 6.500 warga terluka," ucap Rameshwor Dangal, Kepala Divisi Penanganan Bencana Nasional Kementerian Dalam Negeri Nepal.
Laporan resmi jumlah korban jiwa sebelumnya adalah 2.430. Sekitar 90 orang juga meninggal dunia akibat gempa Nepal di beberapa negara tetangga, termasuk India dan Tiongkok.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News