Serangan yang dilakukan seorang pria itu diklaim kelompok militan Islamic State (ISIS).
"Melancarkan serangan semacam itu di bulan suci Ramadan merupakan bentuk penghinaan terhadap semua muslim di seluruh dunia," tulis Cameron di surat kabar Daily Telegraph, Senin (29/6/2015).
Cameron bertekad bangkit dan mendeklarasikan perang terhadap ekstremisme, termasuk ISIS. Dalam serangan di Tunisia, warga Inggris yang tewas dikabarkan bertambah dari 15 menjadi 30.
"Ini bukan perang antara Islam dengan Barat, yang ISIL ingin agar semua orang memercayainya. Ini adalah antara ekstremis yang ingin memupuk kebencian," sambung dia, menggunakan akronim lain dari ISIS.
Sang PM juga meminta adanya perlawanan terhadap propaganda ISIS di dunia maya, dan juga adanya penguatan institusi politik di luar negeri.
"Kita juga harus mengatasi masalah ini dari sumbernya, di tempat-tempat seperti Suriah, Irak dan Libya, dimana ISIS menjalankan rencana jahatnya," ucap Cameron.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News