NEWSTICKER
Menlu Retno Marsudi paparkan pentingnya peranan perempuan untuk perlindungan HAM. Foto: Dok.Kemenlu
Menlu Retno Marsudi paparkan pentingnya peranan perempuan untuk perlindungan HAM. Foto: Dok.Kemenlu

Pentingnya Pemberdayaan Perempuan untuk Perlindungan HAM

Internasional pbb indonesia-pbb menlu retno lp marsudi
Marcheilla Ariesta • 25 Februari 2020 14:10
Jenewa: Isu pemberdayaan perempuan menjadi salah satu yang diangkat Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam Sidang Dewan HAM ke-43 di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Menurutnya pemberdayaan perempuan penting dalam perlindungan HAM.
 
"Pemberdayaan perempuan merupakan elemen penting dalam promosi dan perlindungan HAM," ucap Retno dikutip dari keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri, Selasa 25 Februari 2020.
 
Isu ini diangkat secara khusus saat pembahasan pentingnya inklusivitas dalam pemajuan dan perlindungan HAM.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Retno mengatakan, upaya Indonesia dalam pemberdayaan perempuan tidak berhenti pada tingkat nasional. Di kawasan dan dunia internasional, Indonesia juga mengaungkan pemberdayaan perempuan.
 
Di tingkat kawasan, Indonesia mengadakan Regional Training on Women, Peace and Security dan Southeast Asia Network of Women Peace Negotiators and Mediators untuk meningkatkan kapasitas perempuan dalam resolusi konflik dan mediasi.
 
Sementara di tingkat global, Indonesia juga mendorong kontribusi perempuan Afghanistan dalam proses perdamaian di negara tersebut, lewat Afghanistan-Indonesia Women's Network.
 
Tak hanya itu, Retno juga menyinggung pentingnya pencegahan pelanggaran HAM, serta memperkuat sinergi Dewan HAM PBB dalam promosi dan proteksi HAM.
 
"Pencegahan pelanggaran hak asasi manusia lebih murah daripada mengatasi pelanggaran itu sendiri," ungkapnya.
 
Mantan Dubes RI di Belanda itu juga menyinggung isu HAM bagi masyrakat Palestina dalam pidatonya di Dewan HAM PBB.
 
"Tidak terpenuhinya hak-hak dasar rakyat Palestina selama ini yang diperparah dengan rencana pembangunan pemukiman ilegal baru di tanah Palestina, merupakan contoh pelanggaran HAM yang harus segera diselesaikan," tegasnya.
 
Pertemuan Tingkat Tinggi Dewan HAM PBB dihadiri oleh delegasi dari 192 negara, dan 66 di antaranya dipimpin oleh kepala negara atau delegasi setingkat menteri.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif