Hilang 15 Tahun, Komplotan Perampok Ternama Muncul di Serbia
Ilustrasi perhiasan. (Foto: AFP/File / FRANCOIS GUILLOT)
Beograd: Sebuah komplotan perampok merasa yakin mereka aman. Namun 15 tahun setelah perampokan besar di sebuah toko perhiasan Prancis, keempat orang dalam satu komplotan itu ditemukan di Serbia.

Kawanan tersebut sempat melakukan perampokan besar di Belfort lewat modus operandi ternama bertajuk "Pink Panther." Mereka bertanggung jawab atas beberapa perampokan terbesar selama dua dekade terakhir.

Menurut data Interpol, para penjahat ini diperkirakan telah melakukan setidaknya 380 perampokan bersenjata, beraksi di sejumlah toko perhiasan kelas atas, dan merampas harta senilai 334 juta euro antara tahun 1999-2015.


Seperti dikutip dari AFP, Sabtu 21 Juli 2018, keempat orang ini diidentifikasi sebagai Zica, Boka, Sasa dan Luka.

Keempatnya berasal dari Uzice, sebuah kota industri yang dulu makmur, sekitar 150 kilometer dari Belgrade, Serbia.

"Sebagian besar penjahat ini berasal dari Nis, Cacak, dan Uzice," kata jaksa kota Ljubia Dragasevic kepada kantor berita AFP. Ia menjelaskan banyak orang di Serbia barat melakukan aksi kejahatan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Tetapi ada juga kelompok masyarakat lain yang berbuat kriminal bukan semata untuk memenuhi kebutuhan hidup.

"Dalam kelompok seperti itu, kegiatan-kegiatan (kriminal) di luar negeri dipandang sebagai isu prestise. Mereka melihat diri mereka sebagai pembela warga Serbia yang sebagian besar miskin di wilayah Barat," kata jaksa itu.

Kendati telah diidentifikasi, keempatnya tetap tidak terjangkau sistem peradilan Prancis karena Serbia tidak memiliki aturan untuk mengekstradisi warganya.



(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id