RI Desak ILO Atasi Krisis Tenaga Kerja di Palestina
Wakil Tetap RI untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa, Hasan Kleib. (Foto: Dok. Kantor Watap RI di Jenewa).
Jenewa: Indonesia mendesak Organisasi Buruh Internasional (ILO) untuk membantu krisis tenaga kerja di Palestina. Pasalnya, hal tersebut terjadi akibat perang Israel-Palestina.

"Akibat blokade Israel selama bertahun-tahun, saat ini Palestina mengalami krisis ketenagakerjaan yang sangat memprihatinkan. Tingkat pengangguran di Palestina tercatat tertinggi di dunia, sementara angka partisipasi tenaga kerja tercatat paling rendah," kata Wakil Tetap RI untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa, Hasan Kleib, dikutip dari pernyataan Kantor Watap RI di Jenewa, Swiss, Kamis, 1 November 2018.

Pernyataan Hasan ini disampaikan di hadapan Direktur Jenderal ILO Guy Ryder pada 30 Oktober di Swiss. Hasan juga menyambut baik upaya ILO yang menyelesaikan tahap pertama pelaksanaan Decent Work Country Programme di Palestina. Tahap kedua program ini dimulai pada 2018 hingga 2022.


Meski demikian, implementasi program ILO ini terancam tidak dapat terlaksana baik. Pasalnya, Israel masih membatasi akses penduduk Palestina untuk mendapat pekerjaan yang layak, terlebih mereka yang tinggal di Gaza dan Tepi Barat.

"Indonesia mendorong agar ILO memperkuat kapasitas Palestina dalam pengembangan pasar kerja, termasuk di wilayah pendudukan Israel. Di samping itu, Indonesia juga mendorong agar ILO memastikan perlindungan warga Palestina dari kemungkinan eksploitasi dan pelanggaran hak-hak ketenagakerjaan lainnya, termasuk mereka yang terpaksa harus mencari kerja di Israel dan di wilayah pemukiman ilegal karena tidak ada pilihan lain,” tambah Hasan. 

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan RI Hanif Dhakiri, selama ini juga terus melakukan pembahasan isu Palestina di ILO. 

Indonesia senantiasa aktif menyuarakan dukungan untuk tercapainya pertumbuhan ekonomi dan kerja layak di Palestina. Kerja layak merupakan elemen penting dalam pembangunan ekonomi dan sosial di Palestina. 

Hanif menegaskan bahwa Pemerintah RI akan terus bekerjasama dengan ILO dan masyarakat internasional untuk memastikan terciptanya kerja layak di Palestina. 



(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id