Imigran banyak yang mencoba peruntungannya di Eropa. Foto: AFP
Imigran banyak yang mencoba peruntungannya di Eropa. Foto: AFP

Imigran Anak Diselamatkan dari Kapal di Selat Inggris

Internasional imigran gelap
Arpan Rahman • 27 Desember 2019 19:11
Kent: Satu anak-anak di antara 49 pria dan wanita  diselamatkan dari kapal imigran di Selat Inggris pada Hari Natal. Para imigran dicegat saat menyeberang menuju pantai Kent dengan empat kapal kecil sekitar pukul 1.30 waktu setempat.
 
Dua kapal lainnya dihentikan otoritas Prancis dan dikembalikan, sementara mereka yang mencapai perairan Inggris harus dinilai secara medis dan diurus pejabat imigrasi.
 
Menurut informasi awal, 49 orang yang diselamatkan termasuk satu di bawah umur. Para imigran itu dikatakan warga negara Iran, Irak, dan Afghanistan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Seorang Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Inggris mengatakan, patroli di pantai Prancis telah berlipat ganda, dengan pesawat tak berawak dan peralatan pendeteksi dikerahkan guna menghentikan penyeberangan imigran.
 
"Mereka yang berusaha datang ke Inggris secara ilegal dan penjahat kejam yang memfasilitasi perjalanan semuanya melanggar hukum dan membahayakan nyawa," kata sebuah pernyataan.
 
"Ketika orang-orang tiba di pantai kami secara tidak sah, kami akan bekerja untuk mengembalikan mereka ke daratan Eropa. Dalam kemitraan dengan Prancis, kami menargetkan para penjahat di balik bentuk penyelundupan manusia ini, untuk mencegah penyeberangan dan menghentikan kapal agar tidak meninggalkan pantai Prancis," cetusnya, disiarkan dari Independent, Jumat, 27 Desember 2019.
 
Tahun lalu telah disaksikan peningkatan dramatis dalam upaya penyeberangan lewat perahu di Selat Inggris, mendorong peningkatan keamanan di sepanjang pantai Prancis dan upaya untuk mengembalikan para imigran ke Prancis.
 
Penyelundup juga menggunakan truk trailer, termasuk satu di mana 39 orang Vietnam ditemukan tewas di Essex pada Oktober.
 
Pemerintah Inggris meningkatkan upaya menghentikan pencari suaka mencapai Inggris, meskipun timbul peringatan bahwa kebijakannya memicu penyelundupan ilegal dan mempertaruhkan lebih banyak kematian.
 
Lebih dari 120 imigran yang memasuki Inggris melalui kapal kecil telah dipaksa kembali ke daratan Eropa sejak Januari. Pada tahun lalu, penuntutan di Prancis telah menyebabkan 30 orang dihukum karena penyelundupan dengan hukuman mulai dari tiga bulan hingga enam tahun.
 
Banyak dari mereka yang menyeberangi Selat Inggris meninggalkan kamp-kamp kumuh di Prancis utara yang menampung para imigran yang mencapai Eropa dengan kapal-kapal dari Libya dan Turki.
 
Badan Pengungsi PBB memperkirakan bahwa lebih dari 19.000 pria, wanita dan anak-anak telah meninggal ketika mencoba menyeberangi Laut Mediterania sejak Januari 2014. Sebuah laporan yang diterbitkan pada November menemukan bahwa pemerintah Inggris mempertaruhkan nyawa para imigran dengan mengarahkan mereka ke tangan penyelundup melalui kebijakan hukuman.
 
Komite Urusan Luar Negeri Inggris memperingatkan bahwa fokus Inggris pada penutupan perbatasan "berfungsi untuk mendorong imigran mengambil rute yang lebih berbahaya dan mendorong mereka ke tangan kelompok-kelompok kriminal".
 
Para anggota parlemen mengecam para menteri karena membiarkan "kondisi mengerikan" yang diderita oleh para imigran di Prancis utara terus berlanjut, dan bukannya membajak dana untuk meningkatkan keamanan dan pengawasan.
 
Laporan itu mengutip penelitian yang dilakukan oleh pemerintah sendiri yang mengatakan tindakan keras di pelabuhan Prancis telah menyebabkan peningkatan penyeberangan perahu kecil di Selat Inggris, yang telah meningkatkan upaya Inggris buat menghentikannya.
 
"Berfokus pada peningkatan keamanan perbatasan tanpa memperbaiki kondisi di wilayah ini mungkin memiliki efek kontraproduktif dari memaksa imigran untuk melakukan perjalanan nekat di Selat," komite itu menyimpulkan. Seraya mendesak pemerintah agar memperbaiki kondisi di kamp-kamp pengungsi dan memproses klaim suaka lebih cepat bagi mereka yang memiliki kerabat menetap di Inggris.
 
Laporan tersebut mencatat bahwa meskipun Inggris telah menerima proporsi yang lebih kecil dari pencari suaka yang memasuki Eropa selama krisis pengungsi tahun 2014-2015 daripada banyak negara lain, telah terasa berbagai dampak, termasuk ‘perubahan iklim politik’.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif