Petani Prancis membawa traktor ke tengah sebagai bentuk protes. Foto: AFP
Petani Prancis membawa traktor ke tengah sebagai bentuk protes. Foto: AFP

Seribu Traktor Masuk ke Paris dalam Protes Petani

Internasional prancis
Arpan Rahman • 28 November 2019 17:12
Paris: Petani Prancis menggelar konvoi seribu traktor ke Paris sebagai bagian dari protes terhadap kebijakan pertanian pemerintah.
 
Dua serikat tani utama yang mengorganisir demonstrasi menyalahkan pendapatan yang mandek, penghapusan secara bertahap pestisida tertentu, dan apa yang mereka klaim sebagai persaingan tidak adil.
 
Traktor akan tetap diparkir di jalan raya yang mengelilingi kota itu sampai presiden Prancis Emmanuel Macron setuju bertemu dengan pengunjuk rasa, kata juru bicara serikat petani daerah Elise Despiney.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Mereka bisa tinggal di sana selama beberapa jam, atau mungkin berhari-hari,” tutur Despiney, dilansir dari Independent, Kamis, 28 November 2019.
 
Pagi-pagi, traktor biru dan hijau bertuliskan "Tanggapilah, Macron!" telah maju ke arah barat daya kota, mengambil dua lajur jalan raya saat polisi mengawalnya dengan sepeda motor. Mereka kemudian berhenti di jalan lingkar Paris, tempat beberapa pedemo mendirikan tenda dan menyalakan api.
 
Para pengunjuk rasa berjalan kaki di dalam kota, sementara itu, telah memblokir Champs-Elysees dan menyebarkan jerami di jalan Paris yang terkenal.
 
Kantor Kepresidenan Prancis mengatakan tidak ada pertemuan antara Macron dan delegasi petani yang direncanakan pada tahap ini.
 
Tuntutan petani termasuk perjanjian perdagangan bebas yang menurut mereka menempatkan mereka pada posisi yang kurang menguntungkan, reformasi pemerintah yang gagal meningkatkan pendapatan mereka, dan peraturan yang mereka katakan menghambat kinerja sektor ini.
 
Damien Greffin, presiden persatuan petani untuk wilayah Paris, menyalahkan Macron, yang ia sebut "instrumen perpecahan ini" dalam sebuah wawancara dengan BFM TV. Dia meminta Macron menggalang warga Prancis guna mendukung pekerja pertanian.
 
Menteri Pangan dan Pertanian Didier Guillaume mengatakan kepada radio Europe 1 Rabu bahwa ia mendukung "kemarahan dan protes mereka".
 
Ditambahkan bahwa "cukup sudah cukup" dari "penghinaan permanen" dan jurang antara warga kota dan petani.
 
Serikat petani utama telah mengorganisir aksi di seluruh negeri, termasuk protes traktor serupa di Lyon. Polisi Paris dan Lyon menyarankan mobil-mobil menjauh dari jalan yang terkena dampak.
 
Demonstrasi di Prancis menyusul protes serupa di Jerman Selasa, ketika sekitar 10.000 petani mengendarai 5.000 traktor ke Berlin untuk memprotes kebijakan pertanian pemerintah Jerman. Petani di Belanda mengurung jalan raya bulan lalu buat mengecam apa yang mereka katakan ketidakadilan atas pencemaran nitrogen di negara itu.
 
Di Dublin, petani menutup bagian sibuk pusat kota di hari kedua berturut-turut untuk memprotes harga daging sapi yang rendah dan inisiatif perubahan iklim yang mereka katakan secara tidak adil menargetkan mereka.
 
Presiden Komisi Uni Eropa yang baru pada Rabu menjamin bahwa pertanian akan terus berada di jantung blok ini.
 
Ursula von der Leyen mengatakan kepada pleno UE di Strasbourg bahwa pertanian, yang sejak lama menyerap setengah anggaran UE sebelum perlahan-lahan mulai menyusut, "akan tetap menjadi bagian yang berharga dari budaya dan masa depan kita".
 
Dia berjanji ‘akses modal ke petani muda’ demi menambah pendapatan mereka, dan bersikeras dia akan bertindak melawan persaingan global tidak adil yang semakin ditakuti oleh petani Eropa akan menurunkan harga domestik. Dia mengatakan bahwa mitra dagang UE ‘harus mematuhi standar lingkungan UE’ jika mereka ingin mengimpor produk pertanian.
 
Prancis adalah penerima subsidi terbesar di bawah Kebijakan Pertanian Bersama UE, karena Prancis adalah produsen pertanian terbesar di UE.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif