"Ada virus yang ditemukan di Kota Ter Aar. Sekira 43 ribu unggas yang berada di sana sudah dimusnahkan," ujar Kementerian Ekonomi Belanda, seperti dikutip Reuters, Jumat (21/11/2014).
Wabah flu itu awalnya dideteksi di sebuah peternakan di Hekendorp, selatan Amsterdam. Menurut perkiraan, wabah tersebut dianggap mematikan untuk ternak unggas dan memiliki potensi menjangkit manusia.
Meskipun tidak terjangkit di manusia, virus H5N8 ini dilaporkan menjangkiti hewan di Korea Selatan (Korsel), Tiongkok, Jepang dan baru-baru ini di Jerman.
Pemerintah Belanda memblokir transportasi telur dan hasil peternakan di seluruh negeri. Namun hingga saat ini belum ada satu warga di Belanda yang dilaporkan terinfeksi dengan virus H5N8 tersebut.
Pemerintah Indonesia melalui kementerian luar negeri meminta Warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Belanda untuk mengikuti langkah preventif, yang sudah diatur oleh pemerintah setempat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News