Seperti dilansir Reuters, Jumat (20/5/2016), Abdeslam telah diekstradisi ke Prancis dari Belgia pada 27 April lalu. Sebelumnya, ia ditangkap di Belgia pada 18 Maret setelah pencarian selama empat bulan.
Kini, ia ditahan di ditahan di penjara Fleury-Merogis, dekat ibu kota Paris. Dalam sidangnya nanti, ia akan diberi pertanyaan-pertanyaan dari salah satu anggota investigasi yang menangani kasus serangan Paris dan Belgia.
Pengacara Abdeslam mengatakan bahwa ia berjanji akan bekerja sama dan berbicara dengan hakim saat persidangan. Jika Abdeslam bekerja sama dengan baik, persidangan bisa berlangsung selama sehari penuh. Sidang pun akan digelar tertutup.
Beberapa peneliti meyakini bahwa Abdeslam adalah satu-satunya penyerang yang selamat di antara kelompok militan Islamic State (ISIS) yang menyerang Paris dan menewaskan 130 orang.
Sementara itu, otoritas Prancis telah meminta Belgia untuk mentransfer empat tersangka serangan Paris pada November lalu yang saat ini sedang diselidiki ke Prancis. Tiga dari mereka diduga membantu Abdeslam untuk melarikan diri.
Menurut laporan, ISIS tengah mempersiapkan serangkaian serangan bom di Prancis jelang pelaksanaan turnamen sepak bola Euro 2016 bulan depan.
Berbicara di hadapan komisi pertahanan parlemen Prancis, Calvar mengatakan ISIS akan melakukan kembali serangan pengeboman di beberapa tempat seperti yang mereka lakukan pada November tahun lalu yang menewaskan lebih dari 130 orang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News