"Duta besar telah memberitahu bahwa presiden kami (Erdogan) mengonfirmasi akan berada di Saint Petersburg pada tanggal 9 (Agustus)," ucap Wakil Perdana Menteri Turki Mehmet Simsek, seperti dikutip beberapa kantor berita Rusia.
Seorang pejabat di Turki mengonfirmasi tanggal keberangkatan Erdogan, dan juga mengatakan sang presiden dan Putin sepakat bertemu di KTT G20 di Tiongkok pada September mendatang.
Simsek adalah pejabat negara tertinggi dari Turki yang mengunjungi Rusia sejak insiden penembakan jet terjadi pada November 2015. Ia mengaku berada di Moskow untuk menemui Wakil PM Arkady Dvorkovich untuk "menormalisasi situasi dan hubungan kedua negara secepat mungkin."
Penembakan jatuh jet Rusia memicu perang kata-kata antara Erdogan dan Putin. Moskow menyebut penembakan itu "seperti ditusuk dari belakang" dan kemudian menuduh Erdogan terlibat penjualan minyak ilegal dengan kelompok militan Islamic State (ISIS).
Namun setelah Erdogan meminta maaf atas insiden penembakan, Rusia mencabut serangkaian sanksi ekonomi, termasuk embargo produk makanan Turki dan pelarangan penerbangan ke negara tersebut.
Sanksi penerbangan merupakan pukulan telak bagi Turki, yang mengandalkan sektor pariwisata, terutama dari turis asal Rusia.
Putin telah mengekspresikan dukungannya terhadap Erdogan dalam menegakkan hukum usai percobaan kudeta pada 15 Juli. Saat itu, pemerintah Rusia mengonfirmasi kedua pemimpin negara akan bertemu dalam waktu dekat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News