RI-Jerman Tetapkan Fokus Utama di DK PBB
Menlu RI Retno Marsudi dan Menlu Jerman Heiko Mass. (Foto: Dok. Kemenlu).
Berlin: Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyatakan Indonesia dan Jerman akan bersama-sama berjuang di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB). Kedua negara terpilih dalam jajak pendapat di PBB beberapa waktu lalu untuk mengisi posisi mewakili masing-masing benua.

Menlu Retno mengatakan perdamaian dan keamanan dunia menjadi fokus utama kedua negara. Karenanya, RI-Jerman bertekad menguatkan ekosistem global untuk perdamaian dan keamanan.

"Kami setuju menambah perjanjian antara anggota DK PBB dengan seluruh negara di berbagai level, dan kami ingin memiliki konsultasi regular yang dapat menyelesaikan berbagai isu yang dihadapi dunia," tutur Retno di Berlin, Jumat 14 September 2018.


Indonesia menjadi anggota tidak tetap DK PBB setelah mendapatkan 144 suara di pertemuan Majelis Umum pada Juni lalu. Terpilihnya Indonesia sebagai anggota DK PBB untuk masa jabatan 2019 sampai 2020 mendatang merupakan yang kali keempat.

Setiap kandidat negara mewakili regional masing-masing. Indonesia dan Maladewa bersaing untuk menjadi wakil kawasan Asia Pasifik. Indonesia akhirnya terpilih setelah unggul dari Maladewa yang hanya memperoleh 46 suara.

 Adapun total 190 dari 193 negara anggota PBB menggunakan hak pilihnya. Setiap regional memiliki aturan tersendiri dalam menentukan kandidat negara untuk maju dalam pemilihan anggota Dewan Keamanan. 

Uni Afrika sepakat kali ini memberikan kursinya di Dewan Keamanan pada Afrika Selatan dan dalam pemungutan suara mendapat 183 suara. Republik Dominika juga menjadi kandidat untuk wilayah Amerika Latin melalui konsensus dan memperoleh 184 suara dalam voting Majelis Umum PBB. 

Sementara Jerman yang mendapat 184 suara dan Belgia dengan 181 suara menjadi wakil dari wilayah Eropa Barat. 

Dewan Keamanan PBB terdiri dari 15 negara anggota, yang terbagi menjadi lima negara anggota tetap, yakni AS, Inggris, Prancis, Tiongkok dan Rusia, serta 10 negara anggota tidak tetap.



(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id