Prancis Sebut OPCW Harus Bongkar Senjata Kimia Suriah
Markas besar OPCW di Den Haag, Belanda, 16 April 2018. (Foto: AFP/ANP/KOEN VAN WEEL)
Den Haag: Seluruh negara harus membantu kinerja Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) agar dapat membongkar program "rahasia" senjata kimia Suriah. Demikian diserukan Duta Besar Prancis dalam sesi darurat OPCW di Den Haag, Belanda, Senin 16 April 2018. 

"Prioritas hari ini adalah membantu sekretariat teknis (OPCW) agar bisa menyelesaikan pembongkaran program Suriah," ujar Dubes Philippe Lalliot, seperti dilansir AFP.

Ia menambahkan, bahwa "kita semua juga tahu Suriah telah menjalankan program rahasia senjata kimia sejak 2013." Ia merujuk pada tahun dimana Suriah akhirnya bergabung dengan OPCW dan mengakui telah menyimpan sejumlah senjata kimia. 


"Fakta-faktanya sudah ada, dan mereka kini membantah kebohonan yang paling jelas serta paling absurd," tegas Lalliot dalam pidatonya di OPCW. 

Nama Douma, sebut Lalliot, kini berada di deretan kota lain seperti Ypres, Halabja, Ghouta dan Khan Sheikhou yang telah terkena serangan senjata kimia. 

Tim pakar OPCW pada 2016 mengatakan bahwa semua stok senjata kimia yang diakui Suriah telah dihancurkan. Namun kepala OPCW Ahmet Uzumcu berulang kali mengingatkan mengenai pengakuan tidak konsisten dari pemerintah Suriah.

Sementara itu Sabtu kemarin, koalisi Barat yang terdiri dari Amerika Serikat, Inggris dan Prancis, melancarkan serangan terarah ke Suriah. Serangan dilakukan atas respons dugaan penggunaan senjata kimia di Douma.

Usai menyerang, Presiden AS Donald Trump berencana segera menarik pasukannya dari Suriah. Sementara Presiden Prancis Emmanuel Macron justru ingin terlibat lebih jauh dalam konflik ini, dan sempat meminta Trump mempertahankan pasukannya.

 



(WIL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id