450 Imigran Diminta Pergi dari Riace, Italia
Imigran banyak berupaya masuk ke Eropa untuk memperbaiki kehidupan mereka. (Foto: AFP).
Riace: Ratusan imigran yang tinggal di sebuah kota Italia harus pergi atas perintah dari pemerintah sayap kanan. Semula kota itu ramah menyambut para pendatang baru dalam upaya meningkatkan ekonominya.
 
Rencananya, pengungsi-pengungsi itu akan dipindahkan ke pusat-pusat penampungan di bagian lain negara itu, pekan depan.
 
Riace, di wilayah Calabria selatan, telah menjadi berita utama di seluruh dunia karena selama 20 tahun kebijakan mendorong imigrasi. Kebijakan itu dikeluarkan dalam upaya meremajakan kota yang hanya berpenduduk 1.800 jiwa ini.
 
Para pendatang diberi rumah-rumah telantar tanpa penghuni. Mereka juga mendapatkan pelatihan di tempat kerja dan tempat sekolah bagi anak-anak.
 
Namun, setelah Wali Kota Domenico Lucano ditangkap secara kontroversial, pemerintah mengatakan kebijakan kota itu akan ditutup. Tudingan penyimpangan pendanaan konon menjadi alasannya.
 
Dilansir dari Independent, Senin 15 Oktober 2018, tidak jelas di mana para imigran akan dipindahkan.  Adapun jumlah imigran itu sekitar 450 orang.
 
Matteo Salvini, Menteri Dalam Negeri mengatakan, "Tindakan tersebut menunjukkan Italia telah menyatakan perang terhadap bisnis imigrasi".
 
Ini langkah terbaru dalam garis kebijakan keras yang dirancang demi mengurangi imigrasi dari Negeri Pizza. Termasuk menolak bantuan membawa pengungsi Afrika Utara ke pelabuhan Italia.
 
Penangkapan Lucano sendiri terjadi setelah adanya kutipan di mana para peneliti mencatat suatu sela di mana wali kota menyarankan pernikahan sebagai solusi bagi masalah imigrasi atas seorang wanita. Satu kutipan terkait seorang imigran Nigeria yang telah ditolak tinggal tiga kali.
 
"Lucano dilaporkan mengatakan bahwa menikahi seorang warga negara Italia menjadi satu-satunya jalan ke depan," menurut pernyataan tuntutan yang dikutip BBC.
 
Dia dikatakan merujuk pada pernikahan serupa yang terjadi di masa lalu. Sebagai wali kota, Lucano bertanggung jawab atas pendaftaran sipil kota.
 
Penangkapannya juga menyusul penangguhan oleh stasiun penyiaran publik, Rai, mengenai sebuah acara TV tentang kota Riace.



(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id