Petugas medis membawa seorang pasien menuju rumah sakit di Wuhan, Hubei, Tiongkok, 25 Januari 2020. (Foto: AFP/Hector Retamal)
Petugas medis membawa seorang pasien menuju rumah sakit di Wuhan, Hubei, Tiongkok, 25 Januari 2020. (Foto: AFP/Hector Retamal)

WHO Kecam Teori Konspirasi Virus Korona nCoV

Internasional Virus Korona WHO
Willy Haryono • 09 Februari 2020 10:29
Jenewa: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa "cerita bohong dan teori konspirasi" mempersulit upaya global dalam menangani penyebaran virus korona tipe Novel Coronavirus (2019-nCoV). Direktur Jenderal WHO Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan kepada awak media bahwa misinformasi telah "membuat tugas para pahlawan di luar sana semakin sulit."
 
Berdasarkan data terbaru Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok per hari ini, Minggu 9 Februari 2020, korban tewas virus korona mencapai 811 orang. Sementara kematian di luar Tiongkok berjumlah dua orang, masing-masing di Filipina dan Hong Kong.
 
Untuk total jumlah infeksi virus korona di Tiongkok, angkanya telah melampaui 37 ribu. Dari angka tersebut, Tedros mengatakan bahwa hampir 25 ribu kasusnya berada di provinsi Hubei.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya juga ingin menekankan pentingnya mengedepankan fakta, bukan rasa takut," ucap Tedros, dikutip dari laman BBC.
 
"Masyarakat harus memiliki akses terhadap informasi yang akurat untuk melindungi diri mereka dan orang lain," sambungnya.
 
Tedros menyebut misinformasi seputar virus korona nCoV telah "memicu kebingungan dan juga ketakutan di tengah publik." "Kami di WHO tidak hanya memerangi virus, tapi juga misinformasi dan teori konspirasi," ungkapnya.
 
Ia mengaku sepakat dengan kolom opini di media Guardian, yang menyebutkan bahwa "misinformasi mengenai virus korona mungkin adalah hal yang paling menular" di tengah masyarakat.
 
Beragam teori konspirasi mengenai virus korona menyebar secara luas di dunia maya. Salah satu yang sering muncul adalah video seorang wanita yang sedang memakan sup kelelawar. Sejumlah laporan mengklaim video itu diambil di Wuhan, kota pusat penyebaran virus korona nCoV.
 
Namun setelah ditelusuri, video wanita yang mengonsumsi sup kelelawar itu diambil di Palau pada 2016.

 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif