Presiden Prancis Emmanuel Macron memimpin upacara pemakaman mantan Presiden Jacques Chirac. Foto: AFP
Presiden Prancis Emmanuel Macron memimpin upacara pemakaman mantan Presiden Jacques Chirac. Foto: AFP

Pemimpin Dunia Beri Penghormatan Terakhir untuk Jacques Chirac

Internasional prancis
Arpan Rahman • 30 September 2019 16:22
Paris: Puluhan pemimpin dunia, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin, diharapkan hadir di Paris untuk memberi penghormatan terakhir kepada mendiang presiden Prancis Jacques Chirac. Negeri Mode mengadakan hari berkabung nasional bagi mantan kepala negara yang karismatik.
 
Putin dan para pemimpin dunia lainnya akan bergabung dengan Presiden Emmanuel Macron untuk kebaktian di ibu kota Prancis, sehari setelah ribuan orang mengantre untuk melihat peti mati.
 
Wafatnya Chirac pada Kamis dalam usia 86 membuahkan banjir bela sungkawa kepada pria yang karier politiknya selama tiga dekade berakhir 12 tahun sebagai presiden sejak 1995-2007.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tapi juga memicu pertanyaan tentang seberapa banyak yang dicapai tokoh politik sempurna ini selama masa jabatan yang panjang dan sekali lagi menjadi sorotan pada putusan 2011 atas korupsi selama jabatannya sebagai wali kota Paris.
 
Namun demikian, sebuah jajak pendapat di surat kabar Le Journal du Dimanche menunjukkan bahwa Prancis menganggapnya sebagai presiden terbaik mereka di era modern, bersama Charles de Gaulle, dengan prestasi terbaiknya tampak ketika melawan invasi 2003 yang dipimpin Amerika Serikat ke Irak.
 
Ribuan orang berbaris pada Minggu dalam antrean yang mengelilingi kompleks peringatan Invalides, menghadapi cuaca hujan dan prospek menunggu selama berjam-jam. Hanya untuk melihat sekilas peti mati Chirac yang terselubung bendera Prancis.
 
Hari berkabung nasional di Prancis hari Senin akan ditandai satu menit mengheningkan cipta di semua lembaga publik dan sekolah.


Intelektual sejati


Peti mati Chirac pada pukul 0900 meninggalkan Invalides di bawah pengawalan militer melalui jalan-jalan di Paris, sebelum tiba di gereja Saint-Sulpice untuk upacara peringatan terakhir.
 
Istana kepresidenan Elysee mengatakan sekitar 30 kepala negara dan pemerintahan diperkirakan hadir, termasuk Putin, Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban, dan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier.
 
Mantan pemimpin yang bekerja erat dengan Chirac, terutama termasuk mantan kanselir Jerman Gerhard Schroeder, juga akan berada di sana. Ketua Komisi Uni Eropa Jean-Claude Juncker dan mantan Presiden AS Bill Clinton juga akan hadir.
 
Pada Minggu, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengirim belasungkawa yang terlambat ke Prancis, dalam pernyataan pertama dari pemerintah AS sejak kematian Chirac.
 
"Setelah mengabdikan hidupnya untuk pelayanan publik, mantan Presiden Chirac bekerja tanpa lelah untuk menjunjung tinggi nilai-nilai dan cita-cita yang kami bagi dengan Prancis," kata Pompeo dalam sebuah pernyataan, dirilis dari AFP, Senin 30 September 2019.
 
Yang tak terungkap ialah penentangan Chirac terhadap invasi pimpinan AS ke Irak pada 2003 -- mungkin tindakan politik mantan presiden Prancis yang paling signifikan di panggung internasional.
 
Putin bekerja secara intens dengan politisi konservatif pada fase pertama kepresidenannya sendiri dan keduanya secara khusus bersatu dalam oposisi mereka terhadap invasi 2003.
 
Dalam komentar dalam sebuah wawancara dengan Financial Times pada Juni, Putin mengatakan Chirac adalah pemimpin dunia modern yang paling mengesankannya.
 
"Dia adalah seorang intelektual sejati, profesor sejati, pria yang sangat berkepala dingin dan juga sangat menarik," kata Putin.

Prancis Sejati


Sebagian besar elit politik Prancis saat ini juga akan hadir, tetapi pemimpin sayap kanan Marine Le Pen absen menarik diri setelah keberatan yang diungkapkan oleh keluarga Chirac.
 
Dalam penampilan publik yang langka, juga hadir presiden ketiga Prancis, Valery Giscard d'Estaing, 93, yang kini telah hidup lebih lama dari penggantinya Francois Mitterrand yang meninggal pada 1996, dan Chirac.
 
Pada puncaknya, Chirac akan dimakamkan di pemakaman Montparnasse di Paris selatan, di sebelah putrinya Laurence yang meninggal pada 2016 dalam usia 58 tahun setelah penyakit anoreksia.
 
Selain menentang invasi pimpinan AS ke Irak pada 2003, Chirac juga memimpin upaya yang signifikan berkurangnya dalam kematian di jalan, mengakui peran Prancis dalam deportasi orang Yahudi dalam Perang Dunia II, dan memperingatkan risiko perubahan iklim sebelum mencuat di agenda politik dunia.
 
Banyak penghargaan yang berfokus bukan pada pencapaian kebijakan, tetapi karisma belaka dan cinta tulus untuk negaranya tentang seorang lelaki yang dikatakan Macron, Kamis, "mewujudkan gagasan tertentu tentang Prancis."
 
Salah satu warisan Chirac yang paling konkret adalah museum Quai Branly di Paris tentang seni murni yang ia dirikan dan mencerminkan hasrat seumur hidupnya bagi Afrika dan Asia. Untuk mengingat pendirinya, museum ini gratis dibuka untuk umum hingga 11 Oktober.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif