Sebagian besar demonstran di Paris pada Sabtu 21 September 2019 tidak mengenakan rompi kuning. (Foto: AFP/File / Sebastien SALOM-GOMIS)
Sebagian besar demonstran di Paris pada Sabtu 21 September 2019 tidak mengenakan rompi kuning. (Foto: AFP/File / Sebastien SALOM-GOMIS)

Demonstran Prancis Coba Hidupkan Kembali 'Rompi Kuning'

Internasional prancis Emmanuel Macron
Willy Haryono • 21 September 2019 20:05
Paris: Kepolisian Paris menggunakan gas air mata untuk membubarkan demonstran yang mencoba menghidupkan kembali gerakan 'Rompi Kuning' di Prancis, Sabtu 21 September 2019.
 
Gerakan rompi kuning, yang dimulai sekitar 10 bulan lalu, bermula dari aksi memprotes penaikan pajak bahan bakar minyak di Prancis. Demonstrasi terus berlanjut meski rencana tersebut dibatalkan.
 
Aksi rompi kuning itu kemudian meluas menjadi penentangan terhadap pemerintahan Presiden Emmanuel Macron yang dinilai gagal dalam hal pemerataan ekonomi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dikutip dari laman Gulf Today, gas air mata digunakan aparat di dalam dan sekitar area Champ-Elysees, stasiun kereta api Saint-Lazare dan Madeleine Plaza.
 
Kali ini, sebagian besar pengunjuk rasa tidak mengenakan rompi kuning yang telah menjadi khas gerakan tersebut. Kepolisian Paris menyebut sekitar 39 orang telah ditangkap dalam demo karena dinilai mengganggu ketertiban umum.
 
Menjelang aksi protes, Pemerintah Prancis telah mengerahkan lebih dari 7.000 polisi di sejumlah area, termasuk istana kepresidenan, kompleks parlemen, Champs-Elysees, Menara Eiffel dan Katedral Notre-Dame.
 
Sejak beberapa hari terakhir, sejumlah pedemo rompi kuning telah menyerukan digelarnya aksi protes di ibu kota. Seruan dilontarkan karena gerakan tersebut sudah mulai kehilangan momentum saat memasuki musim panas.
 
Dalam aksi terpisah, sejumlah aktivis lingkungan berkumpul di Paris dalam mendesak pemerintah dan sejumlah perusahaan untuk memangkas emisi gas rumah kaca. Mereka juga mendorong pemerintahan Macron untuk lebih berkontribusi terhadap penanganan kebakaran hutan di Amazon dan mencairnya es di Arktika.
 
Serikat pekerja juga menggelar demonstrasi terpisah di Paris. Mereka menyuarakan kegelisahan mengenai reformasi pensiun, terutama mengenai jam kerja dan besaran uang yang didapat warga saat sudah memasuki usia senja.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif