Ayah Korban MH17 Kutuk Trump atas Kebohongan Rusia
Salah satu puing pesawat Malaysia Airlines MH17 yang jatuh di Ukraina (Foto: AFP).
Canberra: Seorang ayah dari tiga anak Australia yang tewas ketika jet Malaysia Airlines ditembak jatuh melontarkan serangan pedas terhadap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump atas sikapnya terhadap Rusia.
 
Anak-anak dari Anthony Maslin, termasuk di antara 298 orang yang meninggal, ketika penerbangan MH17 jatuh di atas Ukraina pada 2014. Peneliti menemukan bahwa Rusia bertanggung jawab atas rudal yang digunakan dalam serangan itu. Kesimpulan itu ditolak oleh Moskow.
 
Awal pekan ini, Trump menolak untuk menerima kesimpulan sejumlah badan intelijen AS bahwa Moskow telah ikut campur dalam Pemilihan Presiden AS 2016. Dia sejak itu mencabut pernyataannya setelah kemarahan meluas.
 
Kontroversi itu bertepatan dengan ulang tahun keempat tragedi MH17. Maslin menunding Presiden AS atas 'bantahan bohong' Rusia tersebut. Dalam posting Facebook yang ditujukan kepada presiden AS, Maslin meminta Trump menghindari pembicaraan tentang 'berita palsu' dan mendukung 'fakta tak terbantahkan'.
 
"Itu penerbangan penumpang MH17 ditembak jatuh dari langit dan 298 orang yang tidak bersalah terbunuh adalah fakta yang tak terbantahkan," tulisnya bersama foto anak-anaknya Mo, Evie, dan Otis.
 
"Bahwa pesawat itu terkena rudal Rusia sudah terbukti sebagai fakta yang tak terbantahkan," lanjutnya, seperti dinukil dari BBC, Rabu 18 Juli 2018.
 
"Bahwa ini membunuh 3 anak kami yang tersayang dan kakek mereka, dan menghancurkan hidup kami dan banyak kehidupan lainnya dalam prosesnya, adalah fakta yang tak terbantahkan," semburnya.
 
Dia tambahkan: "Bahwa pria yang baru saja Anda puji melakukan ini, dan terus berbohong tentangnya, adalah fakta yang tak terbantahkan."
 
Rusia selalu bersikeras bahwa pihaknya tidak memainkan bagian apa pun dalam kejatuhan MH17.
 
Korban MH17 termasuk 193 warga negara Belanda, 43 orang Malaysia, dan 27 dari Australia. Penumpang lain asal berbagai negara, termasuk Indonesia, Inggris, Belgia, Jerman, dan Filipina.
 
Pada Mei, Australia dan Belanda mengatakan mereka menuduh Rusia bertanggung jawab atas penembakan pesawat itu, yang telah mencuat dari Amsterdam ke Kuala Lumpur.
 
AS, Uni Eropa, NATO, dan Inggris menambahkan seruan mereka sendiri kepada Rusia supaya menerima tanggung jawab atas insiden tersebut.
 
Pada Selasa, Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull menggambarkan Trump sebagai 'patriot Amerika' yang melakukan yang terbaik untuk AS.
 
Namun, Turnbull mengulangi bahwa dia tidak percaya sikap Rusia soal MH17.
 
"Saya tentu tidak mempercayai Vladimir Putin ketika dia mengatakan dia atau Angkatan Darat Rusia tidak ada hubungannya dengan jatuhnya MH17," katanya kepada News Corp Australia.
 
Pemerintahnya telah mengatakan akan terus menekan Rusia untuk bertanggung jawab atas tragedi ini.



(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id