Prancis Geram usai Trump Tirukan Pelaku Teror Paris
Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP)
Paris: Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuat pemerintah Prancis geram usai dirinya menilai serangan teror di Paris pada 2015 dapat dihentikan jika masyarakat dibolehkan memegang senjata api. 

Tidak hanya itu, Trump juga menirukan aksi pelaku penembakan Paris dengan mengatakan, "Boom! ayo ke sini!". Saat menyampaikan ucapan itu, Trump menirukan gerakan menembakkan senjata api dengan tangannya. 

Pada saat serangan, pelaku menembaki 130 korbannya dengan senapan semi-otomatis dan kemudian meledakkan sabuk berbahan peledak.


Kementerian Luar Negeri Prancis menyayangkan ucapan Trump. "Prancis menentang ucapan Presiden Trump mengenai serangan 13 November 2015 di Paris, dan meminta agar kenangan para korban tetap dihormati," ujar Kemenlu Prancis, seperti dikutip BBC, Sabtu 5 Mei 2018. 

Francois Hollande, presiden Prancis pada saat serangan, menilai ucapan Trump "memalukan." Ia menyebut pernyataan tersebut merefleksikan apa yang dipikirkan Trump mengenai Prancis secara umum.

Manuel Valls, perdana menteri Prancis pada 2015, mengecam ucapan Trump di Twitter. "Tidak pantas dan tidak kompeten. Saya bisa bilang apa lagi?"

Pernyataan kontroversial itu disampaikan Trump dalam acara Asosiasi Senapan Nasional (NRA) di Dallas, Texas. Setelah mengomentari mengenai Prancis, Trump juga mengkritik tingginya angka kejahatan dengan menggunakan pisau di Inggris. 

Ia menyebut salah satu rumah sakit di London seperti berdiri di atas zona perang. 



(WIL)