Macron Sebut Darah kembali Tumpah di Prancis
Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam sebuah acara di Aachen, Jerman, 10 Mei 2018. (Foto: AFP/LUDOVIC MARIN)
Paris: Presiden Emmanuel Macron menyebut bahwa darah kembali tumpah di Prancis setelah terjadinya serangan penusukan brutal di Paris, Sabtu 12 Mei 2018. 

Namun ia menegaskan Prancis tidak akan pernah menyerah terhadap "musuh-musuh kebebasan."

Pelaku ditembak mati polisi usai menusuk satu orang dan melukai empat lainnya. Otoritas Prancis pun langsung melakukan penyelidikan terorisme.


Seperti dikutip AFP, serangan terjadi di dekat gedung opera Paris, tepatnya di area yang dipenuhi bar, restoran dan teater.

"Atas nama seluruh rakyat Prancis, saya salut terhadap keberanian polisi yang melumpuhkan teroris," tulis Macron di akun Twitter. 

Menteri Dalam Negeri Perancis, Gerard Collomb, mengonfirmasi penyerang telah dilumpuhkan polisi. Ia mengapresiasi kerja cepat kepolisian Paris menangani teror tersebut.

Sementara itu melalui situs propaganda Amaq, kelompok militan Islamic State (ISIS) mengklaim penusukan terbaru di Paris. 

"Eksekutor operasi penusukan di kota Paris adalah prajurit Islamic State, dan operasi dilakukan dalam merespons seruan untuk membidik negara-negara koalisi," ujar seorang 'sumber keamanan' mengutip tulisan di Amaq. 

Penusukan terjadi saat Prancis berada di bawah ancaman konstan dari terorisme. Dalam tiga tahun terakhir, serangkaian serangan teror di berbagai lokasi di Prancis telah menewaskan 245 orang.

 



(WIL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id