Polisi menemukan 41 imigran di dalam sebuah truk pendingin dekat kota Xanthi, Yunani, 4 November 2019. (Foto: AFP/STAVROS KARITIDIS)
Polisi menemukan 41 imigran di dalam sebuah truk pendingin dekat kota Xanthi, Yunani, 4 November 2019. (Foto: AFP/STAVROS KARITIDIS)

Polisi Yunani Temukan 41 Imigran dalam Truk Pendingin

Internasional imigran gelap yunani
Arpan Rahman • 05 November 2019 14:03
Xanthi: Lebih dari 40 pria dan bocah laki-laki ditemukan dalam kondisi hidup di sebuah truk pendingin di salah satu ruas jalan di Yunani utara. Diduga kuat mereka semua adalah imigran yang berusaha memasuki Eropa.
 
Penemuan 41 orang itu terjadi hampir dua pekan usai kepolisian Inggris menemukan 39 jasad dalam sebuah truk di Essex. London meyakini 39 jenazah itu berkewarganegaraan Vietnam.
 
Kepolisian Inggris telah mendakwa dua orang atas tuduhan pembunuhan atas kasus di Essex. Delapan orang di Vietnam juga ditangkap polisi terkait kasus tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam kasus di Yunani, semua imigran -- kecuali dua dari Iran dan Suriah -- berkewarganegaraan Afghanistan. Enam dari mereka adalah anak-anak.
 
Dikutip dari Sky News, Senin 4 November 2019, para imigran ditemukan bersembunyi di truk pendingin yang dihentikan petugas dalam pemeriksaan rutin di dekat kota Xanthi. Truk pendingin itu, dengan pelat nomor asal Bulgaria, diyakini telah menyeberang ke Yunani dari Turki.
 
Sopir truk, pria 40 tahun asal Georgia, ditangkap dan dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Sistem pendingin di truk tersebut tidak dinyalakan saat mengangkut para imigran.
 
Beberapa imigran meminta bantuan medis saat terkena razia petugas. Delapan dari mereka telah dibawa ke rumah sakit atas keluhan pernapasan.
 
Diestimasi ada ratusan orang menyeberang ke Yunani dari Turki pada setiap pekan. Mayoritas dari mereka berharap dapat mencapai negara Eropa yang lebih makmur dari Yunani.
 
Dalam beberapa tahun terakhir, kecelakaan lalu lintas yang melibatkan imigran di Yunani semakin sering terjadi. Puluhan orang juga telah ditangkap di Yunani atas dugaan terlibat kasus perdagangan manusia sepanjang 2019.
 
Saat ini ada sekitar 34 ribu pencari suaka dan pengungsi yang ditempatkan di sejumlah kamp di kepulauan Aegean, Yunani. Sejumlah grup hak asasi manusia menyebut kondisi kehidupan para imigran di pulau tersebut mengkhawatirkan.
 
Jumlah imigran anak-anak yang pergi seorang diri juga meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Menurut data Kementerian Tenaga Kerja Yunani, sekitar 1.000 imigran anak-anak tiba di Yunani sejak Juli lalu. Total imigran anak-anak di Yunani saat ini mencapai lebih dari 5.000.
 
Kemendagri Yunani, yang berjanji akan membuat lebih banyak fasilitas dan tempat penampungan, mengklaim bahwa seperlima dari total imigran anak-anak itu telah dinyatakan hilang.
 
Pemerintah konservatif Yunani yang berkuasa sejak Juli lalu bertekad memindahkan 20 ribu imigran dari Aegean. Athena juga berencana mendeportasi 10 ribu orang yang tidak memenuhi syarat suaka hingga akhir 2020.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif