Ilustrasi oleh Medcom.id.
Ilustrasi oleh Medcom.id.

Eropa dalam Jurang Kekhawatiran Perlombaan Senjata

Internasional senjata eropa
Fajar Nugraha • 01 Februari 2019 19:12
Berlin: Amerika Serikat (AS) menyatakan kemungkinan akan keluar dari perjanjian rudal era Perang Dingin yang disepakati dengan Rusia. Eropa mengkhawatirkan akan terjadinya babak baru perlombaan senjata.
 
Jerman mengatakan Jumat bahwa Rusia telah ‘secara de facto membatalkan’ perjanjian penting pengurangan rudal Perang Dingin yang siap ditinggalkan AS. Batas waktu AS bagi Rusia untuk kembali mematuhi perjanjian Intermediate-Range Nuclear Force (INF) atau Misil Nuklir Jarak Menengah berakhir pada Sabtu.
 
Pada kenyataannya Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dilaporkan akan mengumumkan penarikan AS pada Jumat. Negara Barat mengatakan sistem rudal jarak menengah Rusia yang baru melanggar ketentuan perjanjian 1987 dan menempatkan kota-kota Eropa dalam risiko.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas bolak-balik antara Moskow dan Washington dalam beberapa pekan terakhir mencoba menyelamatkan perjanjian INF. Maas tegas mengatakan bahwa Rusia melakukan pelanggaran.
 
"Kita harus mencatat bahwa perjanjian INF telah dilanggar oleh pihak Rusia dan bahwa permohonan 60 hari terakhir untuk lebih transparan dan lebih banyak informasi tidak menghasilkan apa-apa," kata Maas, di hadapan para Menlu Uni Eropa, seperti dikutip AFP, Jumat, 1 Februari 2019.
 
"Perjanjian yang menjadi bagian dari dua negara pihak dan yang telah dilanggar oleh satu pihak secara de facto telah dibatalkan,” imbuhnya.
 
Perjanjian INF, yang ditandatangani oleh Presiden AS Ronald Reagan dan pemimpin Soviet Mikhail Gorbachev, melarang rudal yang diluncurkan darat dengan jarak 500 hingga 5.500 kilometer. Perjanjian itu juga tegas mengakhiri penumpukan hulu ledak berbahaya di Eropa.
 
Presiden Rusia Vladimir Putin telah memperingatkan perlombaan senjata baru jika perjanjian itu runtuh dan menjadi prospek yang telah membuat khawatir beberapa negara Eropa. Menteri Luar Negeri Hungaria Peter Szijjarto mengatakan sejarah telah mengajarkan negaranya pelajaran yang sangat jelas.
 
"Pelajaran yang jelas ini adalah setiap kali ada konflik antara timur dan barat, kami orang Eropa tengah selalu kalah," katanya.
 
"Kita sebagai Hungaria. Saya pikir kita tidak memiliki terlalu banyak pengaruh dalam masalah ini. Kita hanya bisa saling menyalahkan untuk kerja sama yang lebih pragmatis antara timur dan barat,” tuturnya.
 
Pompeo mengumumkan pada Desember lalu bahwa AS akan memulai proses enam bulan untuk keluar dari INF jika Rusia tidak menarik sistem rudal 9M729 pada 2 Februari. Ketua NATO Jens Stoltenberg mengatakan komandan militer akan mulai mempersiapkan ‘dunia tanpa perjanjian INF’ tetapi menegaskan aliansi itu masih berkomitmen untuk pengurangan senjata.
 
Rusia menegaskan sistem rudal mematuhi perjanjian INF. Mereka memperlihatkannya kepada pejabat militer dan media asing pekan lalu dalam upaya untuk meredakan kekhawatiran.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif