Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (Foto: AFP)
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (Foto: AFP)

Surat Kabar Terbesar Jerman Kecam Presiden Turki

Willy Haryono • 15 Maret 2017 17:13
medcom.id, Berlin: Surat kabar terbesar di Jerman, Bild, mengecam Presiden Recep Tayyip Erdogan atas perseteruan Turki dengan Belanda. 
 
Bild melabeli Erdogan sebagai "persona non grata" atau orang yang tidak diinginkan serta menyebutnya sebagai tokoh "yang membahayakan stabilitas Eropa."
 
Ketegangan antara Turki dan Belanda dimulai saat dua menteri Ankara hendak datang ke kota Rotterdam. Di sana, keduanya berencana mengisi acara kampanye bersama sekitar 400 ribu orang asal Turki menjelang referendum pada April mendatang. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Referendum akan menentukan apakah kekuasaan seorang presiden di Turki diperluas atau tidak. Belanda tidak mengizinkan acara semacam itu karena berpotensi mengganggu ketertiban umum. 
 
"Bild mengatakan kebenaran ke wajah Erdogan -- Anda bukan seorang demokrat! Anda melukai negara Anda sendiri! Anda tidak diinginkan di sini," tulis surat kabar itu di halaman depannya, seperti dikutip AFP, Rabu 15 Maret 2017. 
 
Baca: Belanda Terbitkan Travel Warning ke Turki
 
Erdogan menyebut Belanda sebagai "sisa-sisa Nazi" setelah dua menteri Turki dilarang masuk. Perdana Menteri Belanda Mark Rutte marah dan meminta Turki meminta maaf atas pernyataan tersebut. 
 
Kanselir Jerman Angela Merkel mengecam Erdogan atas pernyataan yang dianggapnya kurang pantas. Merkel menyebut Belanda sudah lama menderita di bawah Nazi, sebuah organisasi Jerman yang dipimpin diktator Adolf Hitler. 
 
Turki telah membekukan hubungan diplomatik dengan Belanda, dan baru akan menormalisasinya hingga Den Haag mengizinkan acara kampanye. 
 
Menteri Dalam Negeri Jerman Thomas de Maiziere menilai Ankara memainkan peran sebagai korban untuk menarik simpati dan dukungan terkait referendum.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif