Kepala BEKRAF, Triawan Munaf, menandatangani perjanjian kerja sama antara BEKRAF dan World Intellectual Property Organization (WIPO). (Foto: Dok. PTRI Jenewa).
Kepala BEKRAF, Triawan Munaf, menandatangani perjanjian kerja sama antara BEKRAF dan World Intellectual Property Organization (WIPO). (Foto: Dok. PTRI Jenewa).

BEKRAF-WIPO Kerja Sama Kembangkan Merek dan Desain

Internasional bekraf
Marcheilla Ariesta • 22 Mei 2019 20:09
Jenewa: Kepala Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF), Triawan Munaf, menandatangani perjanjian kerja sama antara BEKRAF dan World Intellectual Property Organization (WIPO) untuk menciptakan sistem dan kebijakan yang mendukung pengembangan merek dan desain di Indonesia. Penandatanganan dilakukan di sela-sela Konferensi Intelektual dan Pembangunan di Jenewa, Swiss.
 
Penandatanganan ini didampingi oleh Wakil Tetap RI untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), WTO dan organisasi internasional di Jenewa, Hasan Kleib.
 
"Obyektif jangka panjang kerja sama tersebut adalah menciptakan nilai tambah terhadap produk dan jasa, melalui Kekayaan Intelektual di bidang merek dan desain," demikian dikutip dari pernyataan PTRI Jenewa yang diterima Medcom.id, Rabu 22 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kerja sama tersebut juga akan berfokus untuk mengembangkan fasilitasi kekayaan intelektual, melalui pelatihan dan penciptaan struktur 'Hub and Spokes'. Nantinya dapat meningkatkan reputasi produk dan jasa melalui merek dan desain di pasar yang lebih luas.
 
Tak hanya itu, Triawan juga membahas kemungkinan kerja sama lebih lanjut antara BEKRAF dan WIPO. Termasuk diantaranya adalah Lembaga Manajemen Kolektif (CMOS) bagi pelaku industri kreatif dan hak cipta di Indonesia.
 
"Kepala BEKRAF juga membahas peluang kerja sama terkait aplikasi teknologi digital untuk manajemen aset kekayaan intelektual bagi pelaku industri kreatif. Salah satunya termasuk kemungkinan kolaborasi antara platform digital manajemen musik ”Portamento” yang diinisiasi oleh BEKRAF dengan digital time-stamping service WIPO," imbuh mereka.
 
Triawa menekankan bahwa di era revolusi digital, salah satu kunci utama peningkatan daya saing di tingkat global adalah memadukan proses kreatif dan inovatif dengan manajemen kekayaan intelektual.
 
"Kerja sama antara BEKRAF dengan WIPO akan terus ditingkatkan, untuk mendukung pelaku industri kreatif di Indonesia memanfaatkan dan juga mengambil manfaat dari asset-aset kreativitas dan intelektual mereka," ujar Triawan.
 
Sementara itu, Hasan Kleib juga menyampaikan bahwa pengembangan inovasi dan kreativitas merupakan salah satu prioritas Pemerintah Indonesia yang terus dikawal di WIPO. Pengawalan dilakukan, baik melalui kerja sama bilateral atau negosiasi multilateral untuk sistem kekayaan intelektual global yang mendukung kepentingan nasional Indonesia.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif