PM May Berusaha Yakinkan Parlemen Jelang Voting Brexit
PM Theresa May berbicara di gedung parlemen Inggris di London, 26 November 2018. (Foto: AFP/JESSICA TAYLOR)
London: Parlemen Inggris akan menggelar pemungutan suara krusial pada 11 Desember mendatang, untuk menerima atau menolak perjanjian Brexit yang telah disepakati dengan para pemimpin Uni Eropa.

Brexit, singkatan dari British atau Britain Exit, merupakan istilah bagi berpisahnya Inggris dari keanggotaan Uni Eropa. Dalam referendum 2016, 52 persen pemilih mendukung perpisahan Inggris dari UE.

"Saya menantikan tanggal 11 Desember, saat nantinya Parlemen akan dihadapkan pada keputusan untuk melanjutkan atau tidak suara masyarakat Inggris," ucap Perdana Menteri Theresa May, seperti dikutip dari kantor berita AFP, Senin 26 November 2018.


Perjuangan PM May untuk meloloskan perjanjian Brexit ini tidak mudah. Ia harus meyakinkan semua anggota parlemen, terutama yang berada di kubu oposisi.

Pemimpin Partai Buruh Jeremy Corbyn menyebut dokumen perjanjian Brexit setebal 585 halaman dan deklarasi politik yang menyertainya berpotensi "merusak kepentingan nasional."

"PM (May) mungkin sudah mencapai kesepakatan dengan 27 negara anggota (UE), tapi dia kehilangan dukungan dari negara ini," tutur dia

Seorang anggota parlemen konservatif bernama Mark Francois menyebut perjanjian Brexit yang dibuat May "sudah mati seperti Dodo." Ia merujuk pada jenis burung yang sudah lama punah.

Sebelumnya, PM May telah menuliskan sebuah surat yang mengajak masyarakat Inggris untuk mendukung perjanjian Brexit. 



(WIL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id