Mobil van yang digunakan untuk aksi teror di Barcelon (Foto: AFP).
Mobil van yang digunakan untuk aksi teror di Barcelon (Foto: AFP).

Tersangka Pelaku Teror Barcelona Kembali Ditangkap

Arpan Rahman • 18 Agustus 2017 19:30
medcom.id, Barcelona: Tersangka pelaku teror di Barcelona, Spanyol kembali ditangkap. Orang keempat berhasil ditangkap oleh pihak berwenang setempat.
 
Sebelumnya polisi Spanyol membunuh lima orang dalam operasi kontra-teroris menyusul serangan sebuah van, Kamis malam 17 Agustus 2017, terhadap para pejalan kaki di distrik wisata Las Ramblas di Barcelona. Serangan itu menewaskan 14 orang, menyebabkan puluhan lainnya cedera.
 
Delapan jam sesudah serangan di Barcelona, ??lima orang memakai rompi peledak mengendarai sebuah mobil menabrak pejalan kaki di Cambrils, kota pesisir 120 km selatan Barcelona, ??sebelum ditembak mati oleh polisi. Enam warga sipil dan satu petugas polisi terluka. Rompi itu kemudian diketahui palsu.
 
Polisi melakukan "beberapa operasi terkendali" di Cambrils. Pemerintah Catalan, pada Jumat 18 Agustus 2017, mengatakan bahwa kedua insiden terkait.
 
"Tersangka keempat sudah berhasil ditangkap, terkait serangan teror di Barcelona dan Cambrils," pernyataan pihak berwenang Catalunya, seperti dikutip AAP, Jumat 18 Agustus 2017.
 
Insiden Kamis diklaim polisi sebagai serangan teroris, yang terburuk di Spanyol sejak pengeboman kereta di Madrid pada 2004. Selama dua tahun terakhir, para teroris di Stockholm, Nice, Berlin, dan London memakai kendaraan sebagai senjata.
 
Joaquim Forn, Menteri Dalam Negeri Catalan, mengatakan bahwa lebih dari 100 orang terluka dalam serangan van Barcelona, ??15 di antaranya serius. Tiga orang sudah ditahan.
 
 
Mariano Rajoy, Perdana Menteri Spanyol, melakukan perjalanan ke Barcelona dan mengatakan bahwa kota tersebut "diserang teroris militan seperti kota-kota lain di seluruh dunia".
 
Dia menambahkan: "Teroris tidak akan pernah mengalahkan orang-orang bersatu yang mencintai kebebasan melawan kebrutalan. Seluruh Spanyol bersama para korban dan keluarga mereka. "
 
Rajoy mengumumkan tiga hari berkabung nasional. Carles Puigdemont, Presiden Catalan, mengatakan: "Catalonia merupakan tanah penuh damai. Kita takkan membiarkan minoritas menyudahi jalan hidup kita yang telah diabaikan selama berabad-abad."
 
Sebelumnya tiga tersangka yang sudah ditahan, salah satunya diidentifikasi sebagai Driss Oukabir, warga Maroko, 28, yang tinggal di Ripoll, kota di utara Barcelona. Seorang pria lain asal Ripoll ditangkap, kata polisi.
 
Yang lainnya berasal dari daerah enklave Melilla di Afrika utara, kata polisi. Mereka ditangkap di dua kota yang berbeda di Catalonia, Ripoll dan Alcanar. Tak satu pun dari orang itu adalah supir van, yang dilihat saksi mata melarikan diri dengan berjalan kaki.
 
Secara terpisah, polisi mengatakan bahwa serangan van tampaknya terkait dengan sebuah ledakan di sebuah rumah di Alcanar pada dini hari Kamis. Di sana, satu orang meninggal dan seorang lainnya terluka.
 
Mossos d'Esquadra, polisi Catalan, juga mengatakan bahwa seorang pria lain menyerang dua polisi saat dia melewati sebuah pos pemeriksaan di pinggiran kota Barcelona dan kemudian ditemukan tewas dalam kendaraannya.
 
Javier Zaragoza, jaksa penuntut di Pengadilan Tinggi Spanyol, mengatakan bahwa penyerang di kedua kota, Barcelona dan Cambrils, tidak memiliki catatan pelanggaran teror sebelumnya.
 
Islamic State (ISIS) mengaku bertanggung jawab atas serangan itu melalui kantor berita Amaq. Meskipun sebelumnya mereka mengaku bertanggung jawab atas serangan yang kemudian ditemukan tidak terkait dengan kelompok militan tersebut.
 
Oscar Cano, sopir taksi, mengatakan kepada televisi Catalan bahwa sebuah van putih yang melaju dengan kecepatan tinggi melewati jalan setapak yang membentang di sepanjang ruas jalan raya dan menghantam pejalan kaki dengan berzigzag.
 
"Van itu naik ke atas trotoar, melaju dengan cepat saat menuju Ramblas, berzigzag dan menabrak banyak orang. Mengerikan. Orang-orang yang ditabrak terpental dan tersungkur ke tanah berlumuran darah," tuturnya seperti dinukil Financial Times, Jumat 18 Agustus 2017.
 
Albert Tort, paramedis yang berada di lokasi saat serangan terjadi, mengatakan kepada harian El País: "Apa yang saya lihat adalah sebuah adegan bencana yang nyata. Saya menghitung setidaknya enam orang tewas. Saya mencoba untuk menyadarkan seorang anak kecil, tapi tidak berhasil." 
 
Dalam sebuah foto yang ditayangkan stasiun penyiaran RTVE, tiga orang luka terbaring di tanah. Video lain menunjukkan lima orang jatuh dan rekaman lain memperdengarkan jeritan saat mereka berlarian menyelamatkan diri dari tempat kejadian.
 
Menjelang pukul 1 dini hari Jumat, Las Ramblas sepi. Sebagian besar jalan raya ditutup dengan garis polisi. Tapi dengan kebingungan penduduk setempat masih muncul di sana membahas tragedi ini.
 
"Sangat mengerikan," kata Fernando Velez, yang duduk bersama pacarnya di luar sebuah bar tertutup kurang 500 meter dari lokasi serangan. "Saya tidak percaya apa yang orang mau lakukan. Dan saya bahkan tidak mengerti apa yang mereka inginkan," ujarnya.
 
Seorang pelayan, Daniel, yang sedang dalam perjalanan pulang, berkata: "Saya begitu sedih dengan kejadian ini, sangat sedih. Tapi saya pikir kota akan kembali ke kehidupan normal segera. Kami penduduk kota besar dan kami akan baik-baik saja."
 
Las Ramblas berada di jantung kota Barcelona, ??salah satu tujuan wisata paling populer di Eropa, dipadati turis asing dan juga wisatawan lokal.
 
Polisi memerintahkan toko-toko dan dekat stasiun metro dan kereta api untuk tutup. Mereka minta orang-orang menjauh dari lokasi tersebut agar tidak menghalangi layanan darurat.
 
Spanyol tujuan wisata paling banyak dikunjungi di dunia setelah Prancis dan AS, Barcelona sangat populer di musim panas. Pariwisata menyumbang sekitar 13 persen dari semua sektor usaha di Spanyol dan jumlah pengunjung naik 12 persen tahun ini.
 
 
Donald Trump, presiden Amerika Serikat (AS), mencuit: "AS mengutuk serangan teror di Barcelona, ??Spanyol, dan akan melakukan apapun yang diperlukan untuk membantu. Jadilah tangguh & kuat, kami mencintaimu!"
 
Theresa May, Perdana Menteri Inggris, mengatakan bahwa Inggris "bersama Spanyol melawan teror" menyusul serangan mematikan di Barcelona.
 
May mengutuk serangan "seram" itu. Dia berkata: "Perasaan saya beserta para korban serangan mengerikan hari ini di Barcelona dan layanan darurat yang merespons kejadian yang sedang berlangsung ini. Inggris berdampingan dengan Spanyol menghadapi teror."
 
"Segala negara Eropa berdiri bersama Barcelona. Pikiran kita tertuju pada korban dan semua tersentuh oleh serangan pengecut ini terhadap orang-orang tak berdosa," kata Donald Tusk, presiden Dewan Eropa, di Twitter.
 
Insiden di Barcelona serupa dengan serangan di Nice pada Juli, tahun lalu. Ketika seorang warga negara Tunisia mengendarai sebuah truk di sepanjang jalan Promenade des Anglais, menewaskan lebih dari 80 orang yang berkumpul merayakan Hari Bastille.
 
Serangan teroris terburuk di Spanyol terjadi tatkala 192 orang tewas dalam serangan bom terkoordinasi terhadap empat kereta komuter yang tiba di stasiun Atocha di Madrid pada 2004.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FJR)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan