Sekelompok demonstran rompi kuning beraksi di Nantes, 8 Desember 2018. (Foto: AFP/SEBASTIEN SALOM-GOMIS)
Sekelompok demonstran rompi kuning beraksi di Nantes, 8 Desember 2018. (Foto: AFP/SEBASTIEN SALOM-GOMIS)

Tanggapi Rompi Kuning, Macron Akan Gelar Pidato Kenegaraan

Internasional prancis politik prancis Emmanuel Macron
Willy Haryono • 10 Desember 2018 08:50
Paris: Menanggapi unjuk rasa 'rompi kuning' yang telah berlangsung selama empat pekan di Prancis, Presiden Emmanuel Macron berencana melakukan pidato kenegaraan pada Senin 10 Desember 2018. Demonstrasi masif ini dipicu rencana pemerintah Prancis untuk menaikkan pajak bahan bakar minyak.
 
Menurut keterangan istana kepresidenan Elysee, Macron akan berbicara kepada seluruh masyarakat Prancis pada Senin malam pukul 20.00 waktu setempat. Ini merupakan pidato publik pertama Macron sejak aksi protes dimulai pertengahan November lalu.
 
"Presiden akan mengumumkan sejumlah langkah cepat dan konkret untuk merespons krisis," ucap Menteri Tenaga Kerja Prancis Muriel Penicaud, seperti dikutip dari kantor berita AFP.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Otoritas Prancis mengatakan aksi unjuk rasa di Paris pada Sabtu 8 Desember tidak terlalu brutal seperti beberapa pekan sebelumnya. Korban luka lebih sedikit, namun kerusakan properti jauh lebih parah di wilayah ibu kota.
 
Mobil terbakar terlihat di sejumlah ruas jalan di Paris. Petugas kebersihan sibuk menyapu banyak serpihan kaca di deretan pertokoan dan halte bus.
 
"Pengunjuk rasa lebih tersebar, jadi ada banyak wilayah yang terkena dampak (kerusakan)," ucap Wakil Wali Kota Paris Emmanuel Gregoire kepada radio France Inter. Kota Bordeaux juga mengalami kerusakan properti di banyak titik dalam unjuk rasa Sabtu kemarin.
 
Baca:Demo BBM Prancis Meluas ke Belgia dan Belanda
 
Awalnya demonstrasi hanya menentang rencana kenaikan pajak BBM. Namun, para pengunjuk rasa kini secara umum mengecam pemerintahan Macron dan melanjutkan protes, meski Prancis telah menunda rencana penaikan pajak BBM.
 
Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire mengatakan bentrok dan unjuk rasa merupakan sebuah "musibah" bagi perekonomian negara. Karena terjadi kerusuhan dan sejumlah jalan diblokade, banyak turis menghindari Paris.
 
Sebagian besar pedemo datang dari wilayah pegunungan dan kota-kota kecil di Prancis. Tuntutan mereka beragam, dari menentang pajak BBM hingga mendesak Macron mundur.
 
"Sudah jelas kami menganggap remeh desakan warga yang ingin suara mereka didengar," tutur juru bicara pemerintah Benjamin Griveaux kepada Europe 1.
 
Alain Juppe, Wali Kota Bordeaux, menyambut baik rencana Macron untuk menggelar pidato kenegaraan. "Kekacauan ini harus diakhiri. Presiden harus berbicara, dan harus dilakukan sesegera mungkin," ucap mantan Perdana Menteri Prancis itu.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif