"Perjanjian ini merepresentasikan kekuatan dialog ketimbang konfrontasi," ucap Kepala Urusan Luar Negeri Uni Eropa Federica Mogherini di Brussels, Belgia, seperti diwartakan AFP, Rabu (17/12/2014).
"Hari ini, satu Tembok lagi telah runtuh," sambung Mogherini, yang merujuk pada peristiwa runtuhnya Tembok Berlin di Jerman.
Sejak memburuk sejak 2003, Uni Eropa dan Kuba berusaha memperbaiki hubungan sejak awal 2014. Dua dialog sempat digelar, namun awal Desember ini, Cuba menunda pembicaraan putaran ketiga.
Kuba adalah satu-satu negara di benua Amerika yang memiliki paham komunisme, dan tidak mempunyai dialog politik apapun dengan Uni Eropa. "Masalah hak asasi manusia telah menjadi jantung kebijakan Uni Eropa terhadap Kuba," jelas Mogherini.
Presiden Kuba Raul Castro mengumumkan rencana rujuk dengan AS melalui siaran langsung televisi, yang juga bertepatan dengan pernyataan Presiden Barack Obama di Washington. Sebagai komitmen awal, AS melepas tiga tahanan Kuba untuk ditukar dengan satu tahanan Negeri Paman Sam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News