PM Inggris Boris Johnson. (Foto: AFP)
PM Inggris Boris Johnson. (Foto: AFP)

PM Inggris Minta Uni Eropa Tak Perpanjang Brexit

Internasional brexit
Sonya Michaella • 29 Oktober 2019 10:06
London: Perdana Menteri Inggris Boris Johnson meminta Uni Eropa untuk tidak memperpanjang Britain Exit (Brexit) lagi. Tenggat waktu yang diminta Johnson adalah 31 Oktober, sedangkan Uni Eropa berniat memperpanjang hingga 31 Januari 2020.
 
"Saya akan mendesak negara-negara anggota Uni Eropa kepada Presiden Dewan Eropa bahwa perpanjangan Brexit hingga 31 Januari 2020 itu sangat tidak mungkin," kata Johnson, dikutip dari AFP, Selasa 29 Oktober 2019.
 
Kerangka dokumen memperlihatkan bahwa kemungkinan terjadinya Brexit tanpa perjanjian (no-deal Brexit) sudah benar-benar dihilangkan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penghilangan ini sesuai dengan desakan kubu oposisi Inggris jika Perdana Menteri Boris Johnson ingin menggelar pemilihan umum dini pada 12 Desember, jika Uni Eropa bersikeras memperpanjang Brexit hingga tahun depan.
 
Namun, permintaan menggelar pemilu ini ditolak oleh Parlemen Inggris. 299 anggota parlemen memang memberikan suara mendukung usulan Johnson, namun 70 menentang.
 
Meski demikian, Johnson tidak mendapatkan dukungan dari dua pertiga dari 650 anggota parlemen yang disyaratkan oleh hukum untuk meloloskan keinginannya tersebut.
 
Walau berulang kali menegaskan Brexit harus terwujud pada 31 Oktober, PM Johnson sedikit melunak dan mulai melihat perpanjangan tenggat waktu sebagai sesuatu yang tak terhindarkan. Namun ia mengaku hanya ingin perpanjangan singkat, yakni antara tanggal "15 hingga 30 November" mendatang.
 
Tujuan utama PM Johnson menyerukan pemilu adalah agar perjanjian Brexit dapat langsung disahkan menjadi undang-undang jika dirinya memenangkan mayoritas suara.
 

(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif