Seorang pria mengayunkan bendera Inggris dan Uni Eropa. (Foto: Justin Tallis/AFP/Getty Images)
Seorang pria mengayunkan bendera Inggris dan Uni Eropa. (Foto: Justin Tallis/AFP/Getty Images)

Uni Eropa Bersiap Perpanjang Brexit Hingga 2020

Internasional uni eropa brexit
Willy Haryono • 28 Oktober 2019 07:00
Brussels: Uni Eropa tengah bersiap memberikan perpanjangan tenggat waktu Brexit selama tiga bulan hingga 31 Januari 2020. Rencana ini terlihat dari bocoran kerangka perjanjian yang telah dilihat media Guardian, Minggu 27 Oktober 2019.
 
Tenggat waktu Brexit saat ini masih tercatat tanggal 31 Oktober 2019.
 
Meski ada penentangan dari Prancis, kerangka dokumen yang rencananya akan dirilis pada Senin 28 Oktober ini mengindikasikan mayoritas anggota UE sepakat menerima permohonan perpanjangan tenggat waktu Brexit dari Inggris.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kerangka dokumen memperlihatkan bahwa kemungkinan terjadinya Brexit tanpa perjanjian (no-deal Brexit) sudah benar-benar dihilangkan. Penghilangan ini sesuai dengan desakan kubu oposisi Inggris jika Perdana Menteri Boris Johnson ingin menggelar pemilihan umum dini pada 12 Desember.
 
Dalam kerangka dokumen terdapat opsi bahwa Inggris dari keluar dari keanggotaan UE lebih awal dari tenggat waktu jika perjanjian perpisahan telah diratifikasi.
 
Salah satu wacana tanggal perpisahan Inggris pada 15 November -- sebuah ide yang dilayangkan Prancis -- tidak dicantumkan dalam kerangka dokumen UE.
 
PM Johnson ingin menggelar pemilu pada 12 Desember, jika UE menawarkan perpanjangan tenggat waktu Brexit hingga 31 Januari tahun depan.
 
Namun sejauh ini masih banyak anggota parlemen yang belum memperlihatkan dukungannya untuk menggelar pemilu. Pemimpin Partai Buruh Inggris Jeremy Corbyn menegaskan baru akan mempertimbangkan pemilu jika PM Johnson dapat meyakinkan dirinya bahwa no-deal Brexit tidak akan terjadi.
 
"Posisi saya adalah, kemungkinan terjadinya Brexit tanpa perjanjian harus benar-benar dihilangkan," tutur Corbyn dalam program This Morning di saluran televisi ITV.
 
Walau berulang kali menegaskan Brexit harus terwujud pada 31 Oktober, PM Johnson sedikit melunak dan mulai melihat perpanjangan tenggat waktu sebagai sesuatu yang tak terhindarkan. Namun ia mengaku hanya ingin perpanjangan singkat, yakni antara tanggal "15 hingga 30 November" mendatang.
 
Tujuan utama PM Johnson menyerukan pemilu adalah agar perjanjian Brexit dapat langsung disahkan menjadi undang-undang jika dirinya memenangkan mayoritas suara.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif