Macron Bertahan di Tengah Demo Harga BBM
Presiden Prancis Emmanuel Macron (tengah) beserta istrinya, Brigitte Macron, di istana kepresidenan di Paris, 27 November 2018. (Foto: AFP/BERTRAND GUAY)
Paris: Presiden Emmanuel Macron bertahan di tengah tekanan para pengunjuk rasa yang menentang penaikan harga bahan bakar minyak di Prancis, Selasa 27 November 2018. Macron mengaku akan tetap mempertahankan keputusannya untuk membuat lingkungan hidup di Prancis lebih 'hijau.'

Ditanya mengenai unjuk rasa, Macron mengaku sudah mendengar keluh kesah para demonstran. Ia berjanji akan mencari cara untuk meningkatkan daya beli masyarakat.

"Berdasarkan situasi dalam beberapa hari terakhir ini, saya merasa kita tidak perlu mengubah kebijakan yang sudah ada, karena ini sudah tepat dan penting," ucap Macron kepada para pejabat di istana kepresidenan di Paris, seperti dilansir dari kantor berita AFP.


Pria 40 tahun itu menyadari efek dari penaikan pajak BBM di Prancis, terutama terhadap masyarakat kelas menengah ke bawah di wilayah pinggiran atau pegunungan. Unjuk rasa menentang penaikan harga BBM ini telah berlangsung sejak 10 hari terakhir.

Baca: Demo Harga BBM di Prancis Telan Korban Jiwa

Macron menyerukan adanya rapat konsultasi nasional selama tiga bulan untuk membuat rencana besar terkait BBM di Prancis. Ia ingin mempercepat transisi Prancis dari ketergantungan menggunakan BBM konvensional ke jenis energi terbarukan.

Harga diesel, jenis BBM yang banyak digunakan di mobil-mobil Prancis, meningkat sekitar 23 persen dalam 12 bulan terakhir menjadi 1,51 euro atau setara Rp25 ribu per liter. Data AFP mencatat, itu merupakan titik tertinggi sejak awal 2000-an.

Dalam pidato selama lebih kurang satu jam, Macron berulang kali menyatakan dirinya memahami kemarahan ribuan pengunjuk rasa. Ia berjanji akan mempercepat kinerja kabinetnya untuk meringankan beban mereka, termasuk dengan memangkas anggaran belanja pemerintah.

Usai pertemuan, salah satu juru bicara Menteri Lingkungan Hidup Prancis Francois de Rugy, Eric Drouet, mengatakan sejumlah pengunjuk rasa akan kembali ke Champs-Elysees untuk berunjuk rasa pada Sabtu mendatang.

"Tidak semua warga Prancis yakin dengan ucapan Macron," tutur dia. "Ada ada demonstrasi lagi seperti Sabtu kemarin di Champs-Elysees. Mereka ingin menggelar aksi seperti itu setiap Sabtu," lanjut Drouet.



(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id