Polisi Belanda Geram Lihat Massa Merekam Pria Sekarat

Willy Haryono 03 November 2018 08:03 WIB
belanda
Polisi Belanda Geram Lihat Massa Merekam Pria Sekarat
Kerumunan orang yang hanya berdiri dan merekam seorang pria yang sedang sekarat di Den Hag, Belanda, 31 Oktober 2018. (Foto: JAN HENDRIKSTRAAT POLICE STATION)
Den Haag: Seorang polisi Belanda bernama Gerwin hampir tidak memercayai apa yang baru saja dilihatnya. Saat dia dan koleganya berusaha menyelamatkan nyawa seorang pria sekarat di lantai sebuah restoran di Den Haag, kerumunan orang di luar terlihat hanya berdiri dan merekam kejadian itu dengan telepon genggam.

Istri dari pria sekarat itu hanya bisa menggelengkan kepala. "Dia sedang sekarat dan mereka berdiri merekamnya?" ucap dia.

Terkejut dengan pemandangan tersebut, Gerwin menuliskan pengalamannya ke laman media sosial Facebook. "Bayangkan jika itu adalah orang tersayang Anda. Apa perasaan Anda?" tulis dia, seperti dikutip dari kantor berita BBC, Jumat 2 November 2018.


Peristiwa terjadi pada Rabu kemarin. Kepolisian Den Haag menerima panggilan mengenai situasi darurat yang terjadi di sebuah restoran. "Dapatkah polisi segera bergerak ke Grote Market untuk upaya resusitasi?" sebut Gerwin menceritakan mengenai panggilan darurat.

Gerwin dan koleganya tiba di restoran tersebut. Di sana, seorang wanita terlihat sedang melakukan resusitasi terhadap pria yang terbaring di lantai.

Semua pengunjung restoran diminta keluar untuk sementara, dan proses resusitasi pun dilakukan. Kolega Gerwin melakukan prosedur napas buatan dan juga bersiap menggunakan alat kejut jantung.

"Saat itu saya melihat istri korban. Dia duduk di kursi restoran, terlihat cemas," tulis Gerwin. "Dia tidak akan meninggal, kan?" tanya istri korban.

Saat Gerwin mencoba meyakinkan istri korban, dia melihat "kengerian" di balik kaca restoran. Di sana, terlihat 20 hingga 30 orang yang berdiri melihat sembari merekam prosedur resusitasi dengan telepon genggam.

Kesal melihat hal tersebut, Gerwin lari keluar restoran dan mengusir mereka semua. Gerwin mengatakan kepada kerumunan massa agar mereka seharusnya malu telah melakukan tindakan tersebut.

Prosedur resusitasi berhasil dan ambulans datang saat korban sadarkan diri. Sang istri menemani pria yang tidak disebutkan namanya itu hingga ke rumah sakit.

Kembali ke kantor polisi, Gerwin dan koleganya mengaku masih sulit memahami apa sebenarnya ada di benak kerumunan massa kala itu. "Sebagai polisi, kami tidak bisa mengekspresikan ini dengan kata-kata," ungkap Gerwin. Ia menyebut ternyata ada sekelompok orang yang lebih mementingkan konten video ketimbang nyawa seseorang.

"Kami sempat berharap dapat menghadapi mereka semua dan menjatuhkan hukuman," sebut Gerwin.



(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id