Virus H5N8 pertama kali ditemukan awal November di sebuah peternakan kalkun di Jerman. Wabah flu burung telah terjadi di Belanda dan Britania Raya.
Otoritas Jerman menduga sumber utama wabah flu burung terletak pada populasi unggas di alam liar.
"Sekarang kita harus berbicara mengenai (kemungkinan) epidemi di Benua Eropa," ujar Till Backhaus, Menteri Agrikultur negara bagian Jerman Mecklenburg-Vorpommern, pada CNN, Minggu (23/11/2014).
Backhaus telah memerintahkan semua peternak untuk menjauhkan hewan ternak mereka dari unggas liar.
Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (WOAH), lebih dari 200 ribu bebeb, kalkun dan ayam, dibunuh di Eropa sepanjang November. Saat virus ditemukan di beberapa sampel burung, maka seluruh kawanannya harus dimusnahkan.
Menurut WHO, belum ada kasus H5N8 pada manusia. Namun jenis flu burung lainnya telah menginfeksi manusia beberapa tahun lalu. Jenis H5N8 di Eropa disebut gampang menular dan mematikan, dan hampir pasti membunuh hewan ternak yang terjangkit.
Belum diketahui bagaimana virus itu bisa mencapai Eropa, namun WHO telah mendirikan zona pengawasan di sekitar peternakan yang berisiko untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News