Serangan terakhir terjadi tepat di saat hari pertama di tahun baru 2015. Sebuah masjid dilempari dengan bom molotov dan dindingnya dipenuhi coretan bernada rasis.
Polisi masih terus mencari pelaku dari perusakan masjid di Uppsala tersebut. "Seseorang melempar bom api, sebuah molotov ke arah masjid itu," ujar Juru Bicara Kepolisian Uppsala Torsten Hemlin kepada media Swedia TT, seperti dikutip RT, Jumat (2/1/2014).
"Mereka menulis perkataan yang rasis dan juga vulgar," lanjutnya.
Hemlin menambahkan, tidak ada warga di dalam masjid ketika serangan terjadi. "Kejahatan ini dianggap sebagai percobaan pembakaran, vandalisme dan memicu kebencian," lanjutnya.
Sadar sulit mencari petunjuk dalam serangan ini, polisi meminta warga yang mengetahui kejadian tersebut untuk membantu memberikan informasi. Namun mereka menyatakan satu tersangka saat ini sudah teridentifikasi dan dalam pencarian.
Sebelum serangan ini, ada dua masjid lainnya dirusak oleh orang tidak dikenal dalam sepekan terakhir. 25 Desember 2014 lalu, lima orang menderita luka setelah bom molotov dilempar ke sebuah masjid di Eskiltuna, sebelah timur Stockholm.
Sementara pada Senin 29 Desember 2014, masjid di Kota Eslov juga mengalami penyerangan. Tidak ada korban dilaporkan dalam penyerangan ini.
Selama beberapa 2014, belasan masjid di Swedia mengalami penyerangan. Perdana Menteri Swedia Stefan Loefven mengatakan, serangan ini adalah bentuk kejahatan kebencian dan mengecam kejahatan itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News