Presiden Rusia Vladimir Putin mengawasi uji coba misil hipersonik terbaru. (Foto: AFP).
Presiden Rusia Vladimir Putin mengawasi uji coba misil hipersonik terbaru. (Foto: AFP).

Rusia Sukses Uji Coba Misil Hipersonik

Internasional vladimir putin rusia uji rudal
27 Desember 2018 11:58
Moskow: Presiden Rusia Vladimir Putin menyaksikan peluncuran sebuah misil hipersonik yang diklaim tidak bisa dicegat oleh senjata negara manapun yang ada sekarang.
 
Berbicara dengan para pejabat militer Rusia setelah menyaksikan peluncuran misil yang diberi nama'Avangard'itu dari ruang kontrol di Kementerian Pertahanan Rusia, Putin mengatakan percobaan itu 'berhasil sangat baik'.
 
“Ini merupakan hadiah tahun baru bagi bangsa Rusia,” ujar Putin, seperti dikutip dari VOA Indonesia, Kamis, 27 Desember 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Peluncuran misil itu terjadi di tengah ketegangan hubungan Amerika Serikat (AS)-Rusia, yang kini berada pada tingkat terendah karena konflik di Ukraina, perang di Suriah dan tuduhan bahwa Rusia campur tangan dalam pemilihan Presiden Amerika tahun 2016.
 
Misil Avangard itu, adalah satu dari beberapa senjata baru yang diumumkan Putin Maret lalu. Disebutkan bahwa Rusia harus mengembangkan senjata-senjata baru itu sebagai tanggapan atas pembuatan sistem pertahanan misil Amerika yang bisa menghambat kemampuan senjata nuklir Rusia.
 
Senjata baru Rusia itu diluncurkan dari pangkalan misil Dombarovsky di pegunungan Ural bagian selatan. Rusia mengatakan, misil Avangard itu berhasil mengenai sasaran yang terdapat di lapangan tembak Kura di jazirah Kamchatka, yang jauhnya 6.000 km dari tempat peluncuran.
 
“Senjata Avangard itu tidak bisa dicegat oleh sistem pertahanan misil siapapun yang berniat menjadi lawan,” kata Putin.
 
Putin menambahkan bahwa sistem senjata itu akan mulai diaktifkan tahun depan dalam pasukan misil strateginya. Ketika mengumumkan misil baru itu Maret lalu, Vladimir Putin mengatakan, senjata itu bisa terbang di atmosfir dengan kecepatan 20 kali kecepatan suara, dan bisa menembus sistem pertahanan misil lawan. Ia menekankan bahwa hanya Rusia yang kini punya senjata hipersonik seperti itu.
 
Disebutkan misil Avangard dibuat dengan menggunakan bahan komposit baru yang bisa bertahan pada suhu sampai 2.000 derajat Celsius, yang ditimbulkan oleh penerbangan hipersonik itu.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif