Macron Dorong Reformasi Uni Eropa Pascabrexit
Presiden Prancis Emmanuel Macron. (Foto: AFP)
Strasbourg: Presiden Prancis Emmanuel Macron, Selasa 17 April 2018, akan berbicara di hadapan Parlemen Eropa untuk kali pertama. Ini merupakan upayanya dalam menggalang dukungan bagi rencana ambisiusnya mengenai reformasi pascabrexit. 

Brexit adalah istilah atas peristiwa keluarnya Inggris dari keanggotaan Uni Eropa.

Macron, pemimpin muda Prancis, menginginkan perubahan besar dalam menghadapi tumbuhnya skeptisisme tentang proyek Eropa.


Pidato Macron kepada anggota parlemen UE di kota Strasbourg akan menjadi bagian dari 'serangan' Prancis menjelang pemilihan Parlemen Eropa pada Mei 2019. Pemilihan itu menjadi yang pertama setelah keluarnya Inggris dari keanggotaan. 

"Dia akan mengatakan bahwa tindakan tegas perlu segera diambil di tengah masa sulit, baik di dalam Uni Eropa maupun di luar," kata Istana Elysee menjelang pidato Macron, seperti dikutip AFP, Selasa 17 April 2018.

Sejumlah masalah internal, termasuk hasil pemilu di Italia dan Hongaria, membuat sikap skeptis terhadap Eropa semakin meningkat.

Secara eksternal, UE berurusan dengan konflik di Suriah, masalah Rusia yang bersikap bermusuhan, dan sosok tak terduga Presiden Donald Trump di Amerika Serikat. 

Macron berkata dalam sebuah wawancara televisi pada Minggu 15 April, bahwa Eropa mengalami "kenaikan illiberalisme... populisme dari orang-orang yang menyebut aturan hukum layak dipertanyakan."

Masih dalam pekan ini, Macron hendak melakukan perjalanan ke Berlin untuk pembicaraan penting dengan Kanselir Jerman Angela Merkel. Ia juga akan berupaya memenangkan dukungan dalam rencananya untuk masa depan zona Euro.



(WIL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360