PM Inggris Theresa May kembali ke Downing Street di London usai menunda pemungutan suara perjanjian Brexit, 10 Desember 2018 (Foto: AFP/BEN STANSALL)
PM Inggris Theresa May kembali ke Downing Street di London usai menunda pemungutan suara perjanjian Brexit, 10 Desember 2018 (Foto: AFP/BEN STANSALL)

PM Inggris Tunda Voting Brexit

Internasional inggris uni eropa brexit
Willy Haryono • 11 Desember 2018 09:23
London: Perdana Menteri Inggris Theresa May memutuskan menunda pemungutan suara perjanjian Brexit di kalangan anggota parlemen yang awalnya dijadwalkan berlangsung hari ini, Selasa 11 Desember 2018. PM May akan kembali bertolak menuju beberapa negara Eropa untuk berdiskusi.
 
Namun, UE mengingatkan bahwa pihaknya tidak lagi membuka kesempatan untuk bernegosiasi ulang. Brexit adalah singkatan dari Britain Exit, istilah bagi Inggris yang memutuskan keluar dari keanggotaan UE usai terjadinya referendum di tahun 2016.
 
Dalam sebuah pernyataan darurat terhadap parlemen House of Commons, PM May menarik dokumen perjanjian perpisahan Brexit yang telah disepakatinya dengan UE bulan lalu. Ia menilai perjanjian ini akan ditolak mayoritas anggota parlemen jika voting jadi dilakukan hari ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini merupakan perjanjian yang tepat, tapi saya masih harus mencari jaminan lebih lanjut," sebut PM May, seperti dilansir dari kantor berita AFP. Ia mengkhawatirkan sebuah isu kontroversi terkait Brexit, yakni mengenai status Irlandia Utara.
 
PM May mengatakan tanggal baru untuk voting akan tergantung dengan diskusinya dengan para petinggi UE. Pemberhentian pertama PM May di Eropa adalah berdiskusi dengan PM Belanda Mark Rutte di Den Haag, kemudian disusul Kanselir Jerman Angela Merkel di Berlin.
 
Merespons penundaan dari Inggris, Presiden UE Donald Tusk menjadwalkan pertemuan khusus 27 petinggi negara anggota pada Kamis mendatang. Pertemuan dua hari itu akan digelar di Brussels, dan PM May dijadwalkan hadir.
 
"Kami tidak akan menegosiasikan ulang perjanjian (Brexit). Tapi kami siap mendiskusikan bagaimana cara memfasilitasi ratifikasi Inggris," sebut Tusk.

Brexit Bisa Dibatalkan

Senin kemarin, Pengadilan Hukum Eropa (ECJ) menyebutkan bahwa Inggris dapat membatalkan Brexit tanpa perlu meminta izin terlebih dahulu kepada 27 negara anggota UE. Para hakim ECJ juga mengatakan Brexit dapat dibatalkan tanpa perlu mengubah status keanggotaan Inggris di UE.
 
Keputusan ECJ menyebutkan bahwa seorang negara anggota dapat mengubah keputusannya untuk meninggalkan UE, dengan catatan perjanjian perpisahan belum resmi disodorkan. Perubahan sikap juga dapat dilakukan jika negara anggota itu belum juga mengonfirmasi perpisahannya dua tahun usai memutuskan berpisah.
 
Namun ECJ menegaskan, keputusan mengubah sikap harus dicapai "melalui proses demokratik." Dalam kasus Brexit, jika Inggris ingin membatalkannnya, maka harus disetujui mayoritas parlemen.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif