PM Inggris Boris Johnson. (Foto: AFP)
PM Inggris Boris Johnson. (Foto: AFP)

PM Inggris Berharap Dapat Akhiri Debat Brexit

Internasional uni eropa brexit
Willy Haryono • 14 Desember 2019 12:03
London: Perdana Menteri Boris Johnson berharap kemenangan "luar biasa" partainya dalam pemilihan umum pada Kamis kemarin dapat mengakhiri perdebatan isu Brexit yang selama ini berlangsung di jajaran pemerintah dan masyarakat. PM Johnson ingin Inggris dapat "memulai proses penyembuhan" dan bersatu kembali.
 
Brexit, atau Britain Exit, adalah istilah bagi keluarnya Inggris dari keanggotaan Uni Eropa. Proses Brexit telah berlangsung sejak 2016, dan masih bergulir hingga saat ini.
 
Berbicara di Downing Street, ia mengaku akan membalas jasa sejumlah pendukung Partai Buruh yang mendukung Partai Konservatif (Tory) untuk kali pertama dalam pemilu kemarin. PM Johnson mengaku tidak akan mengabaikan kubu penentang Brexit.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam pemilu paa Kamis kemarin, Tory meraih 80 persen suara di House of Commons. Angka tersebut merupakan yang terbesar sejak 1987.
 
Lewat kemenangan kubu konservatif, maka Inggris akan meninggalkan keanggotaan UE pada akhir bulan depan. Kemenangan PM Johnson dapat membuat dirinya meloloskan aturan yang diperlukan via parlemen untuk mewujudkan Brexit.
 
Kepada para pendukung Partai Buruh yang memilih berpindah ke Tory, PM Johnson menegaskan dirinya akan menepati janji dan membawa Inggris keluar dari EU pada 31 Januari 2020.
 
"Saya berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan Anda semua saya. Kami akan bekerja keras untuk membayar kepercayaan kalian semua," ungkap PM Johnson, dilansir dari BBC, Sabtu 14 Desember 2019.
 
Sementara kepada yang tidak mendukung Tory dan ingin tetap bersama UE, PM Johnson mengaku akan tetap merangkul mereka semua. "Kami tidak akan mengabaikan perasaan dan simpati hangat kalian semua terhadap negara-negara Eropa," sebut PM Johnson.
 
Sementara itu, para pemimpin UE tengah mempersiapkan Brexit setelah melihat kemenangan Tory. Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, menyatakan bahwa Brussels akan bekerja cepat untuk menyusun mandat pembicaraan perdagangan pasca-Brexit.

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif