Pedemo membawa bendera Catalonia di Barcelona, menentang kehadiran Raja Spanyol. Foto: AFP
Pedemo membawa bendera Catalonia di Barcelona, menentang kehadiran Raja Spanyol. Foto: AFP

Hadapi Pemerintah, Aktivis Catalan Akui Bereksperimen dengan Bom

Internasional spanyol referendum catalonia
Arpan Rahman • 08 November 2019 19:08
Barcelona: Aktivis kemerdekaan Catalan yang sedang diselidiki oleh pengadilan Spanyol telah mengakui tahu tentang rencana menyerbu parlemen Catalonia, dan melakukan eksperimen pembuatan bom.
 
Menurut rekaman interogasi diperoleh beberapa media Spanyol, dua tersangka yang tergabung dalam kelompok pro-kemerdekaan mengkonfirmasi beberapa tuduhan yang ditujukan kepada mereka.
 
Operasi polisi selama 18 bulan ke dalam apa yang disebut Komite Pertahanan Republik (CDR) menyebabkan tujuh penangkapan pada September.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam satu klip, Ferran Jolis, seorang ahli IT dan anggota CDR, mengatakan kepada hakim investigasi Pengadilan Nasional. Bahwa ia diminta mengerjakan aspek komunikasi dari rencana untuk menggelar pendudukan parlemen Catalonia dengan Quim Torra, presiden Catalan.
 
Jolis mengatakan dia diberitahu mengenai gagasan menduduki gedung parlemen di Barcelona "berasal dari pejabat tinggi, setingkat kepresidenan -- Torra."
 
Dalam sebuah pernyataan singkat yang dirilis pada Kamis sore, Torra membantah mengenal salah satu dari para tersangka dan berkata tuduhan itu "tidak memiliki sedikit pun kredibilitas".
 
Menurut transkrip percakapan telepon antara dua orang yang diduga komplotan, pekerjaan itu dimaksudkan untuk berlangsung sepekan demi menarik perhatian internasional pada kampanye kemerdekaan Catalonia.
 
Tahanan lain, Jordi Ros, tampak memberi tahu hakim bahwa dia telah melakukan percobaan dengan termit dan nitroselulosa untuk membuat bahan peledak, meskipun dia mengatakan dia tidak pernah bermaksud membuat bom.
 
Menurut penyidik dari Guardia Civil Spanyol, para tersangka memiliki foto dan peta yang merinci markas pasukan keamanan, infrastruktur kereta api, dan instalasi listrik.
 
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengatakan "jaringan itu dekat dengan para radikal", dan menantang Torra untuk tampil di parlemen Catalonia guna menanggapi informasi yang tampaknya menepis klaim bahwa gerakan kemerdekaan sepenuhnya tanpa kekerasan.
 
Dalam sebuah wawancara di stasiun televisi LaSexta, Sanchez meminta maaf karena mengatakan telah memerintahkan layanan penuntutan publik Spanyol untuk mencari ekstradisi Carles Puigdemont, mantan presiden Catalonia yang pindah ke Belgia demi menghindari persidangan karena perannya dalam referendum ilegal pada 2017.
 
Dilansir dari The Telegraph, Kamis 7 November 2019, asosiasi kejaksaan sudah menunjukkan bahwa mereka independen dari pemerintah.
 
Laura Borras, kandidat utama untuk partai Puigdemont, Junts per Catalunya, dalam pemilihan umum pada Minggu, membantah temuan investigasi karena pengadilan Spanyol tidak dapat secara kredibel mengklaim independen. "Mereka telah membuktikan bahwa tidak ada pemisahan kekuatan," pungkasnya.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif