Perhiasan dan Batik Indonesia Meriahkan Vienna Fashion Week 2018

15 September 2018 07:20 WIB
indonesia-austria
Perhiasan dan Batik Indonesia Meriahkan Vienna Fashion Week 2018
Dubes Darmansjah Djumala (empat kiri) dalam MQ Vienna Fashion Week (MQVFW) 2018 di Wina, Austria, 12 September 2018. (Foto: KBRI Wina)
Wina: Kedutaan Besar Republik Indonesia di Wina kembali mempersembahkan karya-karya desainer Indonesia pada Vienna Fashion Week 2018 yang digelar pada 12 September 2018 di kawasan Museum Quartier di kota Wina, Austria. 

Beragam perhiasan karya Runi Palar, pioneer Indonesia dalam perhiasan bahan perak dan emas, dan juga tekstil tradisional Indonesia dari bahan Lurik, Batik dan Tenun Karya Handy Hartono, diperagakan model-model profesional dari Austria dalam acara fashion show yang berlangsung selama satu jam penuh.

"Partisipasi Indonesia pada MQ Vienna Fashion Week (MQVFW) 2018 merupakan salah satu bentuk promosi yang memiliki makna sarat, mengingat Indonesia merupakan negara yang memiliki nilai-nilai sejarah dan budaya yang sangat autentik dan kita ingin menyampaikan hal ini kepada masyarakat internasional umumnya, dan masyarakat Austria khususnya melalui partisipasi Indonesia pada MQVFW 2018," ujar Duta Besar RI di Wina, Dr. Darmansjah Djumala, dalam keterangan pers yang diterima Medcom.id, Jumat 14 September 2018.


Lebih lanjut, kali ini kita tidak hanya menampilkan bahan-bahan tekstil tradisional Indonesia seperti Batik, Tenun dan Songket, tetapi juga koleksi perhiasan high end yang dipersembahkan oleh Ibu Runi Palar, yang juga merupakan salah satu pioneer Indonesia dalam bidang perhiasan perak, imbuh Dubes RI.

Koleksi Desainer Indonesia

Keikutsertaan desainer Indonesia di event MQVFW tahun ini merupakan kali ketiga dan lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. Selain Runi Palar, turut hadir pula Handy Hartono yang meramaikan panggung fashion show desainer Indonesia dengan berbagai koleksinya.

Masing-masing desainer menampilkan berbagai look dari koleksinya. Kali ini Runi Palar menampilkan koleksi high end perhiasannya dengan ciri khasnya berupa mixture khas budaya-budaya dan nilai Indonesia serta perpaduan dengan modernism atau desain kontemporer.

"Setelah melihat fashion show Runi Palar koleksi perhiasan yang ditampilkan oleh Runi Palar mampu disandingkan dengan berbagai jenis pakaian, seperti cocok digunakan saat mengenakan pakaian kebaya maupun pakaian kasual," imbuh salah satu pendatang.

Keindahan koleksi perhiasan Runi Palar juga kerap kali menggunakan bentuk-bentuk yang cenderung terinspirasi dari nuansa nature like, atau yang biasanya diambil dari berbagai bentuk alami seperti batu, daun, kayu dan ektnik atau budaya suatu daerah di Indonesia.

Sementara itu, Handy Hartono menampilkan koleksinya yang berjudul "The Colours of Indonesia" yang terbuat dari kain tenun ikat dari Palembang, Sumatera Selatan yang dipadukan dengan kain dengan nuansa warna merah, emas, ungu dan marun. 

Masih menggunakan berbagai tekstil tradisional Indonesia, Handy Hartono juga menampilkan koleksi Batik dari Pekalongan, Jawa Timur dan Tenun yang menonjolkan pewarnaan alami dari Sumba Timur. Koleksi Handy Hartono kali ini menunjukkan pakaian dalam gaya internasional dan desain kontemporer dengan menggunakan berbagai macam bahan tradisional Indonesia.


Busana karya Handy Hartono. (Foto: KBRI Wina)

Seni dan Tradisi Indonesia

Partisipasi mereka dalam MQVFW merupakan peluang besar untuk menembus pasar Eropa. Ciri khas karya-karya desainer Indonesia yang kental dengan elemen seni dan budaya diyakini akan mampu menjadi daya pikat tersendiri di tengah-tengah karya desainer Eropa lainnya, khususnya dari Austria, yang cenderung sangat kontemporer.

MQ Vienna Fashion Week merupakan sebuah pagelaran fashion berskala internasional yang diselenggarakan setiap tahun di kota Wina oleh Creative Headz dan didukung Kamar Dagang Austria (Wirstschaftskammer Österreich). 

Kegiatan tersebut telah menjadi ajang pertemuan penting bagi para desainer, ekshibitor dan berbagai kalangan industri mode dan fashion lainnya, baik yang berasal dari Austria maupun negara-negara di sekitarnya. 

Kehadiran Indonesia pada MQVFW juga merupakan salah satu upaya Pemerintah Indonesia untuk  penetrasi produk pakaian dan perhiasan Indonesia ke pasar Austria, khususnya yang memiliki dimensi seni dan tradisi Indonesia.

Di samping pagelaran busana, agenda kegiatan MQVFW juga meliputi side event, pameran produk-produk industri mode dan fashion, dan Business to Business meeting. Rata-rata setiap tahunnya event tersebut menarik sekitar 10.000 pengunjung dan diliput oleh lebih dari 20 media partner.


Busana karya Runi Palar. (Foto: KBRI Wina)



(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id