Kolaborasi Angklung dan Musik Klasik Eratkan Hubungan RI-Austria
Promosi seni budaya merupakan salah satu program kerja tahunan KBRI Wina. (Foto:KBRI Wina)
Wina: Kedutaan Besar Republik Indonesia di Wina, Austria, bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata RI dan Weltmuseum Vienna telah menyelenggarakan acara promosi seni budaya Indonesia bertajuk Indonesia Cultural Night 2018 pada minggu ini.

Dalam acara yang berlangsung selama dua jam di Weltmuseum tersebut, beragam seni budaya Indonesia ditampilkan untuk menghibur lebih dari 300 orang undangan, di antaranya tari Bajidor Kahot, tari Lenggang Nyai, tari Piring, tari Rampak Kendang dan musik Angklung. 

Para undangan yang hadir tampak sangat menikmati sajian tarian dan musik yang dibawakan dengan memukau oleh Grup Ikreasindo dari Jakarta. Hadir di  tengah-tengah penonton, beberapa Duta Besar negara sahabat dan mitra kerja KBRI/PTRI Wina dari berbagai organisasi internasional dan institusi di Austria, serta beberapa masyarakat Indonesia yang bermukim di kota Wina. Beragam lagu kontemporer mengalun dengan indah melalui instrumen musik tradisional bambu dari Jawa Barat tersebut. 


“Dalam acara ini anda semua bisa melihat bahwa sebuah tradisi, dalam hal ini musik angklung, dapat berjalan harmonis dengan modernisme atau musik kontemporer”, kata Darmansjah Djumala, Duta Besar RI di Wina seperti dikutip dalam keterangan pers yang diterima Medcom.id.

Duta Besar Djumala juga menjelaskan secara singkat makna filosofis instrumen Angklung terkait dengan  semangat persatuan dan kesatuan serta Bhineka Tunggal Ika yang hidup di tengah-tengah masyarakat Indonesia. 

Puncak acara yang mendapat sambutan meriah dari kalangan penonton adalah kolaborasi Maria Theresa Gruber, seorang penyanyi Sopran Austria dengan grup musik Angklung. Maria Theresa membawakan lagu Bengawan Solo dengan teknik vokal yang sempurna dan mengundang decak kagum para penonton yang memadati Weltmuseum malam itu. Penyanyi berusia 20 tahunan tersebut juga membawakan sebuah lagu Austria berjudul Im Prater bluehen wieder die Baeume dengan iringan musik Angklung. 

Tak cukup hanya menikmati lagu keroncong dalam aransemen Angklung, para penonton juga dihibur dengan sesi Angklung interaktif yang dipandu oleh Ika, pimpinan grup Ikreasindo yang mengajak seluruh penonton untuk bermain Angklung bersama-sama.

Sesi Angklung interaktif ini sangat menarik untuk masyarakat Austria yang baru mengenal alat musik tradisional khas Jawa Barat tersebut. Dalam waktu singkat, para penonton yang sebagian besar merupakan warga Austria tersebut dapat mengikuti instruksi dari pemandu dan memainkan beberapa lagu pop seperti You Raise Me Up dan Stay With Me.

Para penonton tampak sangat terkesan dan di akhir acara beberapa di antara penonton bahkan lantas bergegas mengumpulkan angklung yang dibagi-bagikan gratis oleh panitia, untuk dipajang di rumah masing-masing atau dimainkan bersama keluarga dan rekan mereka. 

Promosi seni budaya merupakan salah satu program kerja tahunan KBRI Wina. Di samping untuk meningkatkan citra positif Indonesia di Austria, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk menarik minat lebih banyak masyarakat Austria untuk berkunjung ke Indonesia, baik dalam rangka pariwisata maupun investasi dan perdagangan. 

Weltmuseum merupakan museum etnologi terbesar di Austria. Museum tersebut memiliki sebuah Galeri Indonesia yang khusus menampilkan berbagai koleksi benda seni bersejarah yang berasal dari Indonesia, termasuk sebuah lukisan berjudul “Two Tigers Fighting over a Javanese Body”  hasil karya pelukis Raden Saleh yang dihadiahkan kepada Kaisar Franz Joseph I, Raja Austria pada akhir abad 19. 



(WAH)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id