Ribuan warga Polandia berkumpul di Warsawa, 14 Januari 2019, dalam memprotes aksi kekerasan dan memberikan penghormatan terakhir kepada Pawel Adamowicz, Wali Kota Gdansk .yang tewas dibunuh (Foto: AFP/JANEK SKARZYNSKI)
Ribuan warga Polandia berkumpul di Warsawa, 14 Januari 2019, dalam memprotes aksi kekerasan dan memberikan penghormatan terakhir kepada Pawel Adamowicz, Wali Kota Gdansk .yang tewas dibunuh (Foto: AFP/JANEK SKARZYNSKI)

Polandia Terkejut atas Pembunuhan Wali Kota Gdansk

Internasional polandia
Arpan Rahman • 15 Januari 2019 16:36
Gdansk: Pada petang hari tanggal 13 Januari 2019, Pawel Adamowicz, Wali Kota dari Gdansk yang merupakan kota di wilayah pesisir Polandia, turun ke jalan untuk mengumpulkan uang dalam suatu acara penggalangan dana. Beberapa jam kemudian, dia ditusuk di atas panggung acara oleh seorang pria.
 
Warga Polandia beramai-ramai hendak mendonorkan darah untuk Adamowicz. Namun meski sudah dirawat tim dokter, Adamowicz meninggal dunia satu hari setelahnya. Dia mengembuskan napas terakhir di usia 53 tahun.
 
Serangan ini mengguncang Polandia. Politikus dari semua golongan mengungkapkan belasungkawa mendalam. Salah satu tokoh itu adalah Jaroslaw Kaczynski, pemimpin dari Partai Hukum dan Keadilan (PiS). Padahal, PiS dan kubu Civic Platform, partai asal Adamowicz (meski dirinya jadi wali kota via jalur independen), sedang berseteru.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Banyak pihak di Polandia menyerukan kepada semua orang bahwa kematian Adamowicz jangan sampai digunakan sebagai alat politik. Namun sebagian pihak menilai penusukan ini sebagai gejala dari polarisasi politik di Polandia usai PiS berkuasa pada 2015.
 
Adamowicz, yang telah menjadi wali kota di Gdansk sejak 1998 dan terpilih kembali pada musim gugur tahun lalu, dikenal sebagai tokoh berpandangan liberal. Menentang retorika anti-imigran pemerintah, dia adalah satu dari belasan wali kota di Polandia yang menandatangani deklarasi "penerimaan ramah terhadap imigran" pada 2017.
 
Seperti politikus oposisi lainnya, dia sering 'diserang' di ruang publik dan media swasta yang pro pemerintah.
 
Pelaku penusukan, pria 27 tahun asal Gdansk, yang belum lama ini dibebaskan dari penjara, sedang diinterogasi polisi. Berbicara dari atas panggung usai serangan, dia menuduh Civic Platform, yang berkuasa di Polandia dari 2007 hingga 2015, sebagai pihak yang membuat dirinya dijebloskan ke penjara. Namun hingga kini, otoritas Polandia belum dapat menentukan motif sesungguhnya dari pelaku, dan juga kewarasannya.
 
Mirip pembunuhan Jo Cox, seorang anggota parlemen Inggris beberapa hari sebelum referendum Brexit pada 2016, tragedi di Gdansk telah membuat Polandia seperti diselimuti bayangan hitam. Pemimpin dari sejumlah negara di Eropa mengekspresikan rasa duka cita untuk keluarga Adamowicz dan juga masyarakat Polandia.
 
Rasa duka disampaikan banyak tokoh di Inggris, mulai dari Wali Kota London Sadiq Khan hingga Donald Tusk, Presiden Dewan Uni Eropa yang juga ternyata berasal dari Gdansk.
 
Di luar balai kota Gdansk, ribuan warga menyampaikan penghormatan terakhir untuk Adamowicz dengan membawa lilin dan bunga. Di ibu kota Polandia, Warsawa, wali kota mendeklarasikan tanggal 15 hingga 17 Januari sebagai hari berkabung.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif