Pedro Sanchez umumkan kemenangan partainya dalam pemilu sela. (Foto: AFP).
Pedro Sanchez umumkan kemenangan partainya dalam pemilu sela. (Foto: AFP).

PM Sosialis Spanyol Kuasai Pemerintah Secara Mutlak

Internasional politik spanyol spanyol
Arpan Rahman • 29 April 2019 17:03
Madrid: Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez berhaluan sosialis telah memenangkan pemilihan umum sela tanpa mayoritas yang diperlukan untuk memerintah secara mutlak. Kemenangannya mengukuhkan lanskap politik yang terfragmentasi, ditandai masuknya sayap kanan ke dalam parlemen.
 
Hasil tersebut meningkatkan momok periode ketidakstabilan lain bagi Spanyol. Sanchez tergantung pada aliansi dengan rival yang bermusuhan di blantika politik yang memburuk sejak tawaran pemisahan diri Catalonia yang gagal pada 2017.
 
Perkembangan yang signifikan adalah munculnya partai ultra-nasionalis Vox, yang mengumpulkan lebih dari 10 persen suara. Sedangkan Spanyol tidak memiliki partai sayap kanan terkemuka sejak kematian diktator Francisco Franco pada 1975.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Partai Sosialis pimpinan Sanchez,Pedro and Socialist Party (PSOE) mendapatkan kursi bagi 123 anggota parlemen dari 350, atau mendekati 29 persen suara. Perolehan itu tipis dari mayoritas absolut, tetapi jauh lebih baik daripada 85 kursi yang didapatnya pada 2016.
 
"Kaum Sosialis telah memenangkan pemilihan umum dan dengan itu masa depan telah menang dan masa lalu telah hilang," katanya, dilansir dari laman AFP, Senin 29 April 2019. Ia berbicara kepada para pendukung dari balkon markas partai di Madrid, tatkala mengklaim kemenangan Minggu malam.
 
Pihak yang kalah besar adalah Partai Rakyat konservatif (PP), hanya mengantongi 66 kursi dibandingkan dengan 137 dalam pemilu sebelumnya yang membuatnya memerintah Spanyol lewat pemerintah minoritas.
 
Sanchez, yang berkuasa pada Juni setelah mendongkel perdana menteri konservatif Mariano Rajoy dalam pemungutan suara atas mosi tidak percaya, dapat berupaya menjalin aliansi. Baik dengan Podemos ekstrem kiri dan sejumlah kelompok kecil seperti partai separatis Catalan, seperti yang telah ia lakukan selama 10 bulan terakhir.
 
Dia juga bisa mencoba untuk nyaman hingga Ciudadanos moderat kanan, yang memenangkan 57 kursi. Bersama-sama, mereka akan membentuk mayoritas absolut, tetapi para pemilih dari kedua belah partaikemungkinan akan mengerutkan dahi atas tindakan tersebut.
 
"Saya harap Sanchez tidak akan mencapai kesepakatan dengan Ciudadanos, saya menginginkan pemerintahan sayap kiri," kata Esther Lopez, 51 tahun, di markas Partai Sosialis, mengenakan anting bertuliskan "PSOE."
 
Pemimpin Ciudadanos, Albert Rivera, membangun kampanye guna meremehkan Sanchez. Seraya mengkritik upayanya untuk bernegosiasi dengan partai separatis Catalan dalam upaya meredakan krisis pemisahan diri di wilayah timur laut.
 
Krisis di Catalonia ialah persis apa yang memicu melejitnya Vox dari batas luar politik ke panggung nasional, setelah memperoleh hampir 11 persen suara dalam jajak pendapat regional Desember di Andalusia selatan.
 
Didirikan oleh Santiago Abascal, mantan anggota PP yang tidak puas, sekarang partai itu akan mengambil 24 kursi di parlemen nasional. Setelah kampanye yang menegangkan, jumlah pemilih mencapai 75,76 persen, naik dari 66,48 persen pada 2016, kata otoritas pemilu.
 
Melalui sikap yang kuat terhadap feminisme dan imigrasi ilegal, Vox menonjol dengan retorika ultra-nasionalis yang mengadvokasi "pertahanan bangsa Spanyol hingga titik darah akhir" dan garis keras terhadap separatis di Catalonia.
 
Wilayah di timur laut Spanyol menjadi tempat upaya pemisahan diri pada 2017, yang memicu krisis politik terbesar di negara itu dalam beberapa dekade dan menyebabkan keprihatinan di Eropa. Masalah ini terus melanda politik Spanyol.
 
Sanchez dipaksa mengadakan pemilu Minggu setelah anggota parlemen pro-kemerdekaan Catalan di parlemen nasional, yang marah terhadap pengadilan para pemimpin mereka di Madrid, menolak buat memberi dukungan yang ia butuhkan untuk anggaran 2019.
 
Partai-partai sayap kanan mencerca Sanchez, kepala pemerintahan minoritas, karena berbicara dengan separatis yang masih memerintah wilayah itu, menuduhnya nyaman dengan mereka yang mencoba memecah-belah Spanyol.
 
Kontroversi itu kemungkinan berlanjut karena dua partai separatis Catalan memperoleh lebih banyak anggota parlemen di parlemen nasional daripada yang mereka lakukan pada 2016 -- naik menjadi 22 dari 17. Lima separatis yang telah terpilih saat ini masih di penjara dan sedang diadili di Mahkamah Agung Spanyol.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif