Adik PM Inggris Boris Johnson, Jo Johnson. (Foto: AFP).
Adik PM Inggris Boris Johnson, Jo Johnson. (Foto: AFP).

Mirip Trump, Boris Johnson Beri Jabatan untuk Adik

Internasional politik inggris
Marcheilla Ariesta • 25 Juli 2019 17:38
London: Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengumumkan kabinetnya yang akan membantu dia menjalankan pemerintahan. Salah satu nama yang diumumkan adalah adiknya, Jo Johnson.
 
Dilansir dari laman The Guardian, Kamis, 25 Juli 2019, Jo ditunjuk sebagai Menteri Negara untuk Urusan Bisnis, Energi dan Strategi Industri (BEIS) dan Pendidikan.
 
Langkah Boris Johnson tersebut sama dengan yang dilakukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Trump memberikan jabatan untuk anak dan menantunya, Ivanka dan Jared Kushner di pemerintahan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ivanka dan Jared diberi jabatan sebagai penasihat presiden. Keduanya berpengaruh pada keputusan Trump untuk membentuk kebijakan.
 
Boris Johnson resmi mengambil alih jabatan Perdana Menteri Inggris dari tangan Theresa May dengan janji akan menuntaskan proses negosiasi negaranya keluar dari Uni Eropa atau Brexit. Janji tersebut terlontar dari mulut Johnson saat memberikan pidato pertama di kantor PM Inggris, tak lama setelah bertemu dengan Ratu Elizabeth di Istana Buckingham.
 
Baca juga:Kabinet Wajah Baru Boris Johnson
 
Dalam daftar menterinya, tampak jelas fokus yang tengah dituju Johnson, yakni untuk memuluskan langkah Inggris keluar dari Uni Eropa, atau Brexit. Sesaat setelah menyampaikan pidato perdananya, Johnson mengumumkan susunan kabinet baru yang didominasi oleh tokoh pendukung keras Brexit.
 
Politisi yang dikenal karena rambutnya yang kerap berantakan ini mencopot 17 atau lebih dari separuh menteri dari kabinet Theresa May, terutama yang menolak terjadinya "no deal" atau tidak tercapainya kesepakatan Brexit.
 
"Orang-orang yang ragu mereka akan melakukan kesalahan lagi," ucap Johnson dalam pidato nasional pertamanya sebagai Perdana Menteri,” seperti dikutip AFP.
 
"Kami akan memenuhi janji-janji parlemen yang berulang-ulang kepada rakyat dan keluar dari Uni Eropa pada 31 Oktober - tanpa atau ada kesepakatan,” kata Johnson.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif