Petani Jerman protes peraturan Uni Eropa yang membatasi lingkungan dan pertanian. Foto: AFP
Petani Jerman protes peraturan Uni Eropa yang membatasi lingkungan dan pertanian. Foto: AFP

Petani Jerman dan Irlandia Luapkan Kemarahan ke Uni Eropa

Internasional petani jerman uni eropa
Arpan Rahman • 20 Januari 2020 20:09
Berlin: Protes telah meletus di Jerman dan Irlandia dalam 48 jam terakhir di tengah kemarahan pada peraturan Uni Eropa yang membatasi lingkungan dan pertanian. Dipicu aturan itu, para petani memblokir ruas jalan-jalan utama dengan traktor di kedua negara anggota UE.
 
Berlin dan Dublin lumpuh dalam 48 jam terakhir di tengah meningkatnya kemarahan terhadap peraturan UE. Pekerja pertanian dan petani yang marah menutup jalan di Jerman dan Irlandia karena takut bahwa peraturan lingkungan merusak pekerjaan mereka. Ribuan petani ikut serta dalam protes di Jerman, ketika beberapa ratus traktor memblokade jalan-jalan utama di Bavaria, Baden Wurttemberg, dan Bremen, serta ibu kota Jerman.
 
Wali Kota Berlin, Michael Muller, mengakui bahwa aturan itu adalah ‘beban bagi Berlin’, tetapi ‘para petani memiliki sudut pandang mereka’.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Penduduk setempat harus menolerir pergolakan,” ucap Muller seperti dinukil dari Daily Express, Senin 20 Januari 2020.
 
Demonstrasi bertepatan dengan Pekan Hijau Berlin, sebuah pameran pangan dan pertanian yang dimulai pada Jumat, yang sering menarik gelombang protes besar dalam beberapa tahun terakhir.
 
Petani di seluruh Eropa semakin khawatir tentang masa depan kebijakan pertanian dan lingkungan, mengikuti kebijakan Uni Eropa New Green GBP852 miliar setara Rp10,3 kuadriliun.
 
Dalam dua bulan terakhir, protes pertanian serupa telah pecah di Belgia, Prancis, dan Belanda. Pada Jumat, pengunjuk rasa Jerman mengatakan mereka muak dengan kesejahteraan peternakan terbaru dan pembatasan penggunaan pestisida guna melindungi serangga, antara lain.
 
Tanah kolektif petani Schafft Verbindung (LSV), atau Land Creates Connection, sudah memimpin gerakan melawan peraturan pengetatan.
 
Plakat yang menyertai traktor berbunyi: "Jangan lupa bahwa petani memberi Anda makan," "Tidak ada pertanian, tidak ada makanan, tidak ada masa depan", dan "Kami muak!"
 
Awal pekan ini, di Irlandia, sekitar 60 traktor dan puluhan kendaraan lain terlibat dalam aksi 24 jam, mengganggu lalu lintas di pusat Dublin.
 
Organisasi Individual Farmers of Ireland mengatakan harga daging sapi yang lebih baik diperlukan untuk membantu mempertahankan pedesaan Irlandia di tengah kekhawatiran industri pertanian Eropa.
 
Kelompok itu mengatakan "ingin meninggalkan jejaknya".
 
Ini periode kedua demonstrasi Irlandia sejak November ketika jalan-jalan diblokir. Protes datang di tengah dorongan yang tumbuh dari aktivis iklim buat reformasi lingkungan yang lebih besar.
 
Kekhawatiran tentang perlindungan harga baru-baru ini melonjak ke puncak agenda politik setelah berbulan-bulan protes pemogokan sekolah yang dipimpin oleh siswa.
 
Ursula von Der Leyen menuntut agar negara-negara anggota mendorong anggaran perubahan iklim agar UE dapat menegakkan Kesepakatan Hijau Eropa.
 

(FJR)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif