Sejumlah pihak menuduh Tiongkok menahan paksa hampir satu juta Ugihur di Xinjiang. (Foto: Greg Baker/AFP/Getty Images)
Sejumlah pihak menuduh Tiongkok menahan paksa hampir satu juta Ugihur di Xinjiang. (Foto: Greg Baker/AFP/Getty Images)

37 Negara Termasuk Saudi Dukung Tiongkok Terkait Kamp Uighur

Internasional uighur
Willy Haryono • 13 Juli 2019 13:21
Jenewa: Duta besar dari 37 negara di Perserikatan Bangsa-Bangsa merilis sebuah surat yang membela Tiongkok atas perlakuan terhadap Uighur dan kelompok minoritas lainnya di Xinjiang. Surat ini merupakan respons terhadap kecaman beberapa negara Barat atas dugaan perlakuan tak adil Tiongkok terhadap Uighur.
 
Sebelumnya, perwakilan beberapa negara Uni Eropa telah bersama-sama mengecam Tiongkok atas perlakuan Negeri Tirai Bambu terhadap Uighur di Xinjiang. Tiongkok dinilai melanggar hak asasi manusia dengan menempatkan hampir satu juta Uighur di sejumlah kamp di Xinjiang.
 
Merespons hal tersebut, dubes dari 37 negara -- termasuk Rusia, Arab Saudi, Nigeria, Aljazair dan Korea Utara -- membela Tiongkok.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami memuji pencapaian Tiongkok dalam bidang HAM," tulis surat 37 negara tersebut, yang juga ditandatangani Myanmar, Filipina, Zimbabwe dan lainnya.
 
"Kami memahami bahwa terorisme, separatisme dan ekstremisme agama telah menimbulkan kerusakan besar bagi semua grup etnis di Xinjiang," lanjutnya, dilansir dari laman The Japan Times, Sabtu 13 Juli 2019.
 
Baca:Media Tiongkok: Erdogan Sebut Uighur Bahagia di Xinjiang
 
Sejumlah grup HAM menyebut fasilitas penampungan Uighur di Xinjiang sebagai "kamp konsentrasi." Di kamp itu, Uighur dan beberapa minoritas lainnya diyakini telah dipaksa Tiongkok untuk berasimilasi dengan masyarakat lokal.
 
Tiongkok menyebut kamp tersebut sebagai fasilitas "re-edukasi," bukan penahanan, yang dinilai diperlukan demi menyingkirkan ekstremisme dan menanam bibit nasionalisme.
 
Sepakat dengan Tiongkok, 37 dubes lewat suratnya menyebut kamp di Xinjiang sebagai "pusat edukasi dan pelatihan vokasi."
 
"Sekarang, keselamatan dan keamanan telah kembali ke Xinjiang," tulis 37 dubes tersebut. Mereka meminta surat tersebut dicatat sebagai dokumen resmi di Dewan HAM PBB, yang telah menyelesaikan pertemuan ke-41 di Jenewa pada Jumat 12 Juli.
 
Sejak Oktober tahun lalu, pemerintah Tiongkok telah menyediakan tur ke kamp di Xinjiang bagi para diplomat dan awak media.
 
Komisioner HAM PBB Michelle Bachelet mengaku telah meminta dibentuknya misi pencari fakta di Xinjiang. Beijing mengaku akan menyambut baik Bachelet. Namun PBB menegaskan kunjungan baru bisa dilakukan dengan beberapa persyaratan, termasuk pembukaan akses ke beberapa situs kunci di kamp Xinjiang.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif