PM Inggris Theresa May berpidato usai memenangkan mosi tidak percaya. (Foto: AFP)
PM Inggris Theresa May berpidato usai memenangkan mosi tidak percaya. (Foto: AFP)

Lolos Mosi Tidak Percaya, PM Inggris Batal Lengser

Internasional inggris brexit
Sonya Michaella • 17 Januari 2019 08:38
London: Menang di pemungutan suara mosi tidak percaya yang dilakukan Parlemen Inggris, Theresa May berhasil mempertahankan posisinya sebagai perdana menteri. May menang 325 suara melawan 306 suara.
 
"Semua politisi dan semua pihak harus mengesampingkan kepentingan pribadi dan harus berkonsultasi dengan anggota parlemen untuk semua keputusan," kata May, usai hasil pemungutan suara diumumkan.
 
Dilansir dari Guardian, Kamis 17 Januari 2019, para anggota parlemen rendah Inggris mengadakan mosi tidak percaya usai menolak rancangan perjanjian Brexit milik May.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pemungutan suara ini diajukan oleh kubu oposisi yang dipimpin Jeremy Corbyn.
 
"Saya akan melanjutkan upaya mewujudkan Brexit dan mengatakan sudah tugas saya untuk menemukan jalan keluar yang bisa disepakati Parlemen," lanjut May lagi.
 
Baca:Brexit Ditolak, PM Inggris Hadapi Mosi Tidak Percaya
 
May mendapat dukungan dari partai Irlandia Utara, DUP, dan para anggota Partai Konservatif yang sebelumnya memberikan suara untuk menolak rancangan perjanjian Brexit yang ia ajukan.
 
Dirancang selama hampir dua tahun, perjanjian Brexit yang ditolak ini membuat masa depan Inggris semakin tidak pasti. Uni Eropa menyerukan kepada Inggris untuk mengatakan apa yang sebenarnya diinginkan kerajaan tersebut.
 
"Jika sebuah perjanjian tidak memungkinkan, dan tidak ada yang menginginkan perjanjian, maka siapa yang berani mengatakan apa solusi positif dari semua ini?" tanya Presiden UE Donald Tusk di Twitter, seperti dikutip dari laman AFP.
 
Jean-Claude Juncker, Presiden Komisi Eropa, pernah mengingatkan mengenai risiko "tidak adanya perjanjian" terkait Brexit -- sebuah hasil yang dapat mengganggu sektor perdagangan, memperlambat perekonomian Inggris dan merusak pasar finansial.
 
Pemerintah Irlandia -- satu-satunya anggota UE yang berbagi perbatasan darat dengan Inggris -- mengaku sedang mempersiapkan diri menghadapi dampak dari "kacaunya masalah Brexit."

 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif