medcom.id, Paris: Pemandangan tak biasa muncul dalam gerakan solidaritas melawan terorisme yang melibat ratusan ribu orang di Paris, Prancis, Minggu (11/1/2015). Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas, yang biasanya selalu bersitegang, hadir bersama sejumlah petinggi dunia lainnya.
Netanyahu dan Abbas berjalan bersama di barisan paling depan. Keduanya hanya terpisahkan empat pemimpin dunia, salah satunya Kanselir Jerman Angela Merkel.
Seiring mandeknya dialog damai Timur Tengah terkait Israel dan Palestina, pertemuan terakhir Netanyahu dan Abbas terjadi sekitar empat tahun lalu. Keduanya tidak memiliki jadwal untuk bertatap muka langsung di Paris.
Terdapat pula dua petinggi yang selama ini saling bermusuhan dalam acara di Paris. Seperti dikutip AFP, mereka adalah Presiden Ukraina Petro Poroshenko dan Menlu Rusia Sergei Lavrov.
Sementara itu pengawas media Reporters Without Borders mengkritik keras hadirnya beberapa petinggi negara di Paris, seperti PM Turki Ahmet Davutoglu dan Menlu Mesir Sameh Shoukry. Keduanya dianggap munafik karena juga membatasi kebebasan pers di negara masing-masing.
Gerakan massa di Paris digelar untuk menunjukkan solidaritas pada 17 korban yang tewas dalam rentetan aksi teror di Prancis.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan